renungan-06-januari-2016-kisah-benjamin-franklin

KISAH BENJAMIN FRANKLIN

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 5:27-48
Ayat Emas
Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.
(Ams. 10:4)
Bacaan: Amsal 13:4

Ben adalah anak yang selalu ingin tahu. Suatu ketika, ia menerbangkan layang-layang di tengah badai, karena ia ingin belajar tentang listrik. Anak bungsu dari 17 bersaudara ini memang sangat suka mempelajari hal-hal baru. Sebab, orangtuanya hanya bisa membiayai sekolahnya untuk beberapa tahun saja.

Jadi, Ben belajar sendiri dengan membaca banyak buku dan melakukan berbagai eksperimen. Setelah dewasa, tak heran kalau Ben menjadi orang berhasil. Ia mempunyai percetakan, menjadi kepala kantor pos, penulis, penemu, ilmuwan, bahkan sukses menjadi negarawan. Dia adalah Benjamin Franklin.

Tahun 2015 sudah terbentang di depan mata. Lalu apa yang menjadi cita-cita kita di tahun ini? Apakah kita ingin agar prestasi di sekolah sama saja seperti tahun-tahun kemarin? Atau kita menginginkan sebuah peningkatan? Keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, namun dibutuhkan usaha dari kita.

Karena itu, mari tetapkan diri untuk menjadi anak yang lebih baik dari tahun lalu, salah satunya di bidang pendidikan. Ciptakan kemajuan dengan cara lebih banyak berlatih, membaca buku, dan belajar apa saja. Niscaya, kelak kita menjadi anak yang mampu membanggakan Tuhan dan keluarga.

Aku tak pernah melihat seseorang yang hanya bermalas-malasan di tempat tidur dapat mencapai keberhasilan. (Jonathan Swift)
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku mau menjadi anak-Mu yang rajin dan giat sehingga dapat membanggakan-Mu dan keluargaku. Amin. “

Photo Credit: m.24sata.hr

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *