renungan-19-desember-2015-natal-itu-kasih

NATAL ITU KASIH

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 10
Ayat Emas
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
(1 Yoh. 4:11)

Suatu kali Rina ikut merayakan Natal di kampung halaman orang-tuanya di Sulawesi Tenggara. Pada saat malam perayaan Natal semua jemaat gereja lokal, gereja tetangga dan warga sekitar diundang semuanya untuk merayakan Natal bersama.

Panitia menyediakan tenda yang begitu luas di halaman gereja untuk menampung para undangan yang datang.

Acara perayaan Natal pun berlangsung hikmat dan meriah, semua sangat senang dan bahagia menyaksikan beberapa penampilan di atas panggung.

Diakhir acara semua tamu dijamu dengan makan malam bersama, lagi-lagi semua senang dan bahagia menikmati hidangan yang di suguhkan oleh ibu-ibu gereja. Setelah ramah tama usai, tiba waktunya hadirin bersalam-salaman, saling bertukar ucapan Natal.Tiba-tiba terdengar suara, “Praaak…criiiiing….”rupanya bunyi kursi patah dan piring pecah. Ternyata di belakang panggung nampak adegan kursi dan piring terbang. Dua orang ibu yang sudah lama saling bermusuhan mengadakan reuni. Mereka bertengkar, saling mengungkit kesalahan masing-masing, dan akhirnya saling jambak. Keluarga masing-masing pun bukannya saling melerai perkelahian, malah saling membantu memukul, sehingga akhirnya terjadi tawuran antara dua keluarga. ASTAGA!

Mungkin itu Natal yang paling memalukan, yang pernah dialami Rina. Natal yang seharusnya menjadikan ajang untuk saling berbagi kasih, keceriaan dan perdamaian bukan perkelahian. Jadikan Natalmu yang terbaik untuk menyambut Tuhan.

Natal ada karena KASIH Allah, Pancarkan Kasih itu kepada orang lain
Doaku:
“Tuhan Yesus, tolong aku untuk menjadi pembawa damai, bagi dunia sekitarku yang masih sering bertikai. Amin.”

Photo Credit: medtips.gr

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *