renungan-18-desember-2015-palungan-yg-hilang

PALUNGAN YANG HILANG

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 9
Ayat Emas
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku.
(Yes. 1:13a)

Sebuah kisah drama berjudul “Palungan yang Hilang,” bercerita tentang sekelompok orang di sebuah desa kecil, sedang sibuk mempersiapkan pesta perayaan Natal bersama.

Semua panitia Natal sibuk, ada yang memasang hiasan gantung, ada yang memasang lampu kerlap-kerlip, ada yang memasang pohon Natal, sound system, dsb. Setelah semua siap, semua panitia berdiri di depan panggung dan menatap hasil kerja mereka sepanjang hari itu.

“Hemmm, sepertinya ada yang kurang….” kata ketua panitia.

“Iya, ya,… tapi apakah itu?Oh,…palungannya belum dipasang!” seru salah seorang warga.Semua kalang kabut mencari palungan itu, karena acara Natal akan segera dimulai. Mereka mencari ke sana ke mari, sampai akhirnya seseorang berkata pada mereka bahwa tadi ia melihat seorang ibu tua datang sambil menangis, dan membawa sebuah kayu. Mungkin itu palungannya.

Dengan hati gusar mereka bergegas menemui ibu tua itu.Tapi saat mereka sampai di rumah ibu itu, mereka menjadi kaget karena melihat ibu tua itu telah membaringkan anaknya yang sudah meninggal di dalam palungan, karena tak mempunyai uang untuk membeli peti mati.

Kisah drama tersebut mengingatkan akan makna kesederhanaan, yang hilang dari perayaan Natal. Bukankah Tuhan Yesus, hadir di dunia ini juga dalam kesederhanaan? Tapi dibalik kehadiran-Nya yang sederhana itu, Dia telah menyatakan kepeduliaannya yang besar terhadap manusia.

Persembahan kecil yang keluar dari hati yang tulus lebih harum baunya dari pada persembahan yang besar yang keluar dari hati yang tidak tulus
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku jika kurang peduli terhadap sesamaku. Aku ingin menjadi alat-Mu yang memberkati orang lain. Amin.”

Photo Credit: robinhartanto.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *