renungan-10-desember-2015-hadirat-atau-hadiahnya

HADIRAT ATAU HADIAH-NYA

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 1
Ayat Emas
Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu!
(Mzm. 61:5)

Ada satu tempat di daerah Sulawesi Tenggara, dimana warganya memiliki kebiasaan untuk bertukar hadiah di awal bulan Desember, sehingga mereka bisa memfokuskan sisa hari mereka di bulan itu untuk lebih fokus kepada Tuhan Yesus dan keajaiban kelahiran-Nya.

Ketika kita mengatakan menginginkan hadirat Tuhan lebih dari apapun, maka kita harus menyatakannya dengan bersungguh-sungguh. Seringkali kita lebih menginginkan berkat jasmani dari-Nya daripada kehadiran-Nya. Kita lebih berfokus pada tangan-Nya, daripada wajah-Nya.

Mungkin saat ini kamu mulai sibuk dengan segala ragam Natal, tapi saat ini pula ingatlah satu hal bahwa peristiwa Natal ini adalah suatu jalan karya Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Melalui kelahiran-Nya, jalan keselamatan-Nya juga mulai dilakukan, hingga puncaknya saat ia mengorbankan diri-Nya sebagai penebusan dosa manusia.

Natal yang bagi sebagian orang masih berarti pesta hura-hura, hendaklah mulai mengingatkanmu bahwa kita boleh bersukacita, namun juga mulai menyiapkan hati dan kehidupan kita untuk dipakai dalam karya Tuhan.

Sama seperti kerinduan Raja Daud yang mengatakan, “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain;” (Mzm. 84:11a), demikianlah kita juga mulai mengarahkah hati kita pada Tuhan, karena kehadiran-Nya lebih penting dalam hidup kita.

Bukan janji Tuhan yang kita butuhkan, Tuhan sendirilah yang kita butuhkan.(Oswald Chambers)
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih,karena selalu mengingatkanku akan karya-Mu yang agung. Aku mau ya, Bapa, turut serta ambil bagian dalam pelayanan-Mu. Amin.”

Photo Credit: defendingcontending.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *