renungan-04-desember-2015-menggali-asa

MENGGALI ASA

Bacaan Alkitab Setahun:
I Yohanes 3
Ayat Emas
Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.
(Ams. 10:28)

Surti hidup dan tinggalbersama tiga orang adiknya yang masih kecil-kecil, setelah kedua orang-tuanya meninggal dunia karena sakit.

Sehari-hari Surti harus turun ke sawah, mencari keong atau siput untuk dijual, demi mencukupi kebutuhannya bersama adik-adiknya.Dengan membawa adiknya yang paling kecil, Daniel yang berusia dua tahun, ia menapaki pematang sawah.Harapannya hanya satu, memperoleh bahan makanan untuk dia dan adik-adiknya.

Kemeriahan Natal jauh dari Surti dan adik-adiknya, tidak ada lagu Natal, tidak pohon Natal, apalagi baju baru. Harapan Surti hanyalah dia dan adik-adiknya bisa tetap sehat, dan bisa tetap bersama selamanya.

Meski mereka miskin, Surti tak lupa mengajarkan kepada adik-adiknya untuk selalu belajar mengucap syukur atas segala hal yang telah mereka terima setiap hari.

“Suatu hari nanti Tuhan akan mengubah kehidupan kita, asal kita sabar dan tetap setia pada Tuhan,” kata Surti pada adik-adiknya.

Kerygmers, seberapa banyak diantara kamu yang bisa bersyukur saat kesusahan datang melanda? Ah, boro-boro hidup susah, belum punya baju baru, sepatu dan HP baru saja, kalian sudah mengeluh. Bener gak?

Yuk, belajar lebih peduli terhadap kebutuhan orang lain, terutama orang-tua kita. Jangan asal meminta sesuatu dengan merajuk, tapi tidak mau tahu bahwa orang-tua sedang kesulitan keuangan.Belajarlah memahami kesusahan orang lain. Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan dalam segala hal yang kamu alami.

Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan!
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajar aku bersabar menantikan jawaban-Mu, atas segala permasalahanku. Ajar aku untuk tetap setia kepada-Mu, amin.”

Photo Credit: admiregreen.blogspot.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *