renungan-18-november-2015-belajar-taat

BELAJAR TAAT

Bacaan Alkitab Setahun:
Ibrani 13
Ayat Emas
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
(1 Ptr. 1:22)

Rudi telah berjanji pada mama bahwa ia akan belajar taat. Selama ini ia menyesal telah membuat mama bersedih karena kelakuannya yang buruk.

“Hai, Rud, apakah malam nanti kamu mau bergabung dengan kita?” tanya Wawan, teman sekolahnya. “Kita mau ke tempat biasa, nongkrong dan main skateboard!”

“Hemmm,…maaf, Wan, aku gak bisa!” jawab Rudi.

“Ah, kamu sekarang jadi anak mama ya? Gak lagi boleh keluar rumah ya?” ejek Wawan.

“Bukan begitu. Tapi aku sudah berjanji pada orang-tuaku dan aku mau menepati janjiku,” ucap Rudi lagi.

“Halahhh….dasar anak manja!” ejek Wawan sambil meninggalkan Rudi.

Kerygmers, terkadang untuk mengubah kebiasaan lama yang buruk, seringkali memerlukan pengorbanan. Saat kamu belajar taat, kamu akan melawan hal-hal buruk yang ada di sekitarmu dan berusaha untuk hidup kudus dan berkenan pada Tuhan. Tentu saja apa yang kamu lakukan tersebut berpengaruh pula pada lingkungan sekitarmu.

Jika kamu bersungguh-sungguh mau mengubah kebiasaan lamamu, maka kamu akan memiliki kekuatan hati untuk melawan kebiasaan yang buruk tersebut dan mengubahnya dengan hal-hal yang baik. Tuhan Yesus pun meminta anak-anak-Nya untuk taat dalam kebenaran, karena Dia sendiri telah menjadi teladan bagi kita, dengan taat pada Bapa-Nya di Surga. Maukah kamu taat? Kamu pasti bisa melakukannya!

Ketaatan selalu mengandung konsekwensi yang harus dipatuhi.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku mau taat dalam kebenaran-Mu, pimpin aku dalam Roh kudus-Mu. Amin. “

Photo Credit: knightsbaptistchurch.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *