renungan-23-oktober-2015-thanks

THANKS…!

Bacaan Alkitab Setahun:
I Timotius 3
Ayat Emas
Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,
(Ibr. 13:20)

Bobi merasa bosan dan putus asa dengan pelajaran matematika. Setiap kali ia menghadapi pelajaran itu, setiap kali itu pula ia selalu mendapatkan nilai yang jelek. Hal inilah yang menyebabkan Bobi malas ke sekolah setiap kali ada jadwal pelajaran tersebut.

Namun Bu Ani, guru matematika Bobi, tidak jemu-jemu mengajari Bobi, sedikit demi sedikit dengan penuh kesabaran. Bahkan tak segan Bu Ani memberikan tambahan pelajaran di luar jam sekolah, agar Bobi bisa mengerti dan menyukai pelajaran matematika.

Ternyata jerih lelah Bu Ani tidak sia-sia, Bobi akhirnya mulai menyukai pelajaran matematika, dapat mengerti setiap materi yang disampaikan, dan tentu saja nilainya untuk pelajaran ini semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Kadangkala mungkin kamu juga merasa berputusasa terhadap sesuatu, merasa tidak mampu dan merasa hampir menyerah. Tapi Tuhan tidak berpangku tangan melihatmu. Dia bekerja luar biasa melalui orang-orang di sekitarmu, seperti teman-temanmu, orang-tua, saudara, kakak rohanimu, ataupun seseorang yang ada di dekatmu, untuk menguatkanmu kembali. Melalui mereka juga kamu dikuatkan dan diperlengkapi untuk menjadi lebih cemerlang dari sebelumnya.

Siapa mengira, Thomas Alfa Edison yang telah melakukan berkali-kali bahkan ratusan kali percobaan dan mengalami kegagalan. Tapi mengapa dia tetap melakukan percobaan-percobaan itu, meskipun ia gagal? Karena ada orang-orang terdekatnya yang tetap mendukung dia, memberikan support, sehingga ia tetap mau mencoba dan mencoba hingga berhasil menciptakan lampu, yang bisa kita sampai saat ini.

Bersyukurlah pada Tuhan atas setiap orang yang mendukungmu selama ini, meskipun tak terlihat namun peran serta mereka telah mengubahkan hidupmu!

Meski tak terlihat, orang-orang terdekat kitalah yang mendukung kita saat badai menerjang.
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih, untuk setiap orang yang telah menjadi pembimbingku di masa sukarku. Amin.”

Photo Credit: peaceformeandtheworld.ning.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *