renungan-11-oktober-2015-tidak-sia-sia

TIDAK SIA-SIA

Bacaan Alkitab Setahun:
Kolose 3
Ayat Emas
Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
(Ams. 1:8)

Telinga Budi rasanya sudah kebal mendengarkan nasihat yang selalu diucapkan ayah dan ibunya. Mereka tidak pernah berhenti menasihati Budi, agar selalu rajin belajar, jujur dan tidak menyontek saat ujian.

Budi merasa nasihat orang-tuanya itu sudah kuno, dan ia sudah bosan mendengarkannya. Kadang Budi masih suka menyontek saat ulangan. Ia tidak mau mengindahkan nasihat orang-tuanya. Akhirnya ia pun mulai terbiasa menyontek, sampai saat duduk di bangku kuliah. Tidak hanya sampai di situ, bahkan saat Budi mulai bekerja, ia pun suka meniru hasil karya orang lain.

Hingga suatu kali, Budi ketahuan meniru hasil karya orang lain, yang diakuinya sebagai hasil karyanya sendiri. Tentu saja perbuatannya ini merugikan perusahaan tempat dia bekerja. Selain di pecat dari tempat dia bekerja, akhirnya Budi harus mendekam di penjara, akibat perbuatannya tersebut. Budi jadi teringat akan nasihat orang-tuanya, waktu ia masih sekolah. Nasihat yang baginya membosankan dan kuno itu ternyata memang benar.

Kitab Amsal mengatakan bahwa jangan pernah kita menyia-nyiakan nasihat dari orang-tua kita. Nasihat-nasihat yang sering kita dengar dari mereka sangat berharga. Jangan remehkan sebuah nasihat, pasti suatu saat ada faedahnya.

Sebuah nasihat sama dengan sebuah permata, yang sayang jika dilewatkan.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajar aku untuk tidak menyia-nyiakan nasihat orang-tuaku. Ajar aku patuh dan terus menaatinya. Amin”

Photo Credit: www.british-assessment.co.uk

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *