renungan-14-agustus-2015-menjadi-saksi-Nya

MENJADI SAKSI-NYA

Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 14
Ayat Emas
Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
(1 Kor. 9:16)

Maria merasa bingung dengan sikap kawan-kawan di kelasnya, yang seakan-akan mengucilkannya, semenjak mereka tahu dia anak Kristen. Ini memang bukan kali pertama ia mengalami hal ini.

Pelajaran agama yang diterimanya seminggu sekali, dan mengambil tempat di ruang Perpustakaan sekolahnya itu, sedikit menghibur hatinya. Karena saat pelajaran agama Kristen inilah, ia bisa bertemu dengan teman-teman dari kelas lain, yang juga bernasib sama dengannya.

“Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Teruslah mengasihi dan mendoakan mereka, agar terang kasihmu bisa dirasakan mereka. Jika mereka bisa merasakan kasihmu, ada waktunya nanti Tuhan yang menjamah hati mereka,” nasihat Bu Endah, guru agama Kristennya.

“Sampai kapan Bu? Itu pasti butuh waktu lama…” sahut Frans, dari kelas VII F.

“Selama kamu bersekolah di sini Frans. Jangan takut, kita semua akan terus saling mendukung. Kita percaya kuasa Tuhan Yesus bekerja atas doa-doa kita,” ucap Bu Endah lagi.

Menjadi anak-anak Tuhan Yesus memang tidak mudah. Ada kalanya kamu mengalami penderitaan, dikucilkan, dan harus berjuang seorang diri. Saat-saat seperti itu, sebenarnya adalah saat yang terbaik bagimu untuk belajar menjadi saksi-Nya. Teruslah berbuat kasih, teruslah menjadi teladan, dan mendoakan teman-temanmu!

Saat dikucilkan adalah sebuah kesempatan untuk menyatakan kasih Tuhan dalam hidupmu.
Doaku:
“Bapa di Surga, berikanlah keberanian padaku untuk memberitakan Injil dan kasih-Mu di manapun aku berada. Amin.”

Photo Credit: http://krscanstvodanas.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *