renungan-01-agustus-2015-engkau-separuh-jiwaku

ENGKAU, SEPARUH JIWAKU…!

Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 4
Ayat Emas
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”
(Mrk. 10:9)

Berith berasal dari keluarga yang berantakan. Papa mamanya bercerai saat usianya belum genap 11 tahun. Akhirnya dia diasuh oleh mamanya, terpisah dari papanya.

Perceraian itu membuat Berith merasa bingung dan sedih. Meskipun ia tinggal bersama mamanya, ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hatinya. Ia mulai merindukan waktu dan kenangan bersama papanya.

Hidup yang mereka jalani pun tak lagi sama seperti dulu. Kalau dulu ada banyak tawa di tengah-tengah keluarga Berith, sekarang tinggal kesunyian yang mencekam hati.

Akhirnya, Berith kemudian dititipkan oleh mamanya kepada oma dan opanya, agar rasa sedih yang dialaminya berangsur disembuhkan. Memang ada perubahan, ia berangsur-angsur ceria kembali, tapi Berith tetap saja merasa kehilangan papanya.

Kerygmers, kamu mungkin pernah mengalami patah hati, rasa sedih kehilangan sesuatu, dan rasanya separuh jiwamu hilang. Itu sangat wajar sekali. Kamu memang tidak bisa menghapuskan rasa sedih dalam hatimu, tapi kamu masih tetap bisa berdoa meski hatimu berduka.

Mintalah pertolongan pada Tuhan Yesus untuk masa depanmu, agar kamu tidak merasa sendiri. Secara fisik kamu mungkin merasakan kehilangan itu, tapi yakinkan hatimu, Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan dirimu. Ada sebuah rencana besar bagimu dari-Nya, jika kamu tetap berpegang pada pertolongan-Nya. Yuk, bangkit dan bersemangatlah!

Ada mantan isteri atau mantan suami, tapi tidak ada mantan anak.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku mengasihi kedua orang-tuakku, bagaimanapun keadaan mereka saat ini. Mampukan aku untuk terus mengasihi mereka. Amin. “

Photo Credit: mentoringleaders.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *