renungan-20-juni-2015-tidak-seperti-dulu

TIDAK SEPERTI DULU

Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 5:1-21
Ayat Emas
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan
(1 Yoh.1:9)

“Mari kita isi kemerdekaan bangsa ini dengan melakukan hal-hal positif yang berguna bagi bangsa ini….!”
Mungkin kamu sering mendengarkan nasihat semacam itu yang sering muncul dalam pidato-pidato kebangsaan kita, termasuk di sekolah kita, yaitu tentang pentingnya mengisi kemerdekaan yang sudah diraih bangsa ini.

Ada harapan yang terkandung di dalamnya, yaitu supaya masa kemerdekaan ini kondisinya jauh lebih bagus dari keadaannya sebelumnya, saat sebelum merdeka.

Tuhan Allah sudah mengampuni dosa-dosa kamu. Kamu sudah merdeka karena pengampunan itu. Setelah itu yang penting adalah bagaimana kamu hidup dengan kemerdekaan atas dosa itu? Dalam I Petrus 2 ini diungkapkan bagaimana cara memiliki hidup yang baik, yang memuliakan Allah, hidup sebagai hamba Allah, dengan cara mengasihi sesama manusia, hidup takut akan Tuhan dan patuh pada segala aturan yang ada.

Cara hidup sebagai orang merdeka dari dosa, rupanya bukan saja menerima pengampunan dari Tuhan Allah saja, tetapi juga dengan memberi dan menerima pengampunan dari orang lain. Itu artinya, kamu harus berani mengakui kesalahan dan meminta maaf bila melakukan kesalahan terhadap orang lain. Berlapang hati memaafkan bila orang lain bersalah kepada kita. Dengan demikian, kamu akan benar-benar merasakan kemerdekaan sejati.

Forgiveness is really just another word for freedom.
(Julie Lessman)
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih, untuk kemerdekaan atas dosa yang Engkau berikan kepadaku. Bantu aku untuk dapat hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.”

Photo Credit: Flickr.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *