renungan-19-juni-2015-aku-ingin-orang-lain-bahagia

AKU INGIN ORANG LAIN BAHAGIA

Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 4:23-37
Ayat Emas
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya
(Rm. 4:7)

Kira-kira apa ya, hadiah terbesar yang mungkin bisa kamu terima dalam hidup ini? Mobil mewah? Liburan di tempat wisata yang mewah? Gadget terbaru?

Apakah hadiah seperti itu yang membuat bahagia? Senang mungkin, tapi bahagia lain persoalannya. Bahagia bicara hati, lebih dari senang. Di dalam kebahagiaan ada rasa senang, pasti, tentram, cukup damai dan sejahtera. Alkitab katakan bahwa kebahagiaan sejati itu adalah saat dosa dan pelanggaran kita diampuni, dan kita memperoleh anugerah keselamatan.

Yakin sudah diampuni atas segala pelanggaran dan dosamu? Harus! Karena kita sudah mengakui semuanya di hadapan Allah Bapa kita di Sorga dan memohon belas kasihan-Nya. Ia pasti sudah mengampuni segala dosa kita. Kini harusnya kita merasakan bahagia itu.

Eits, nanti dulu! Lihat orang-orang yang ada di sekitar kamu. Siapa tahu ada di antara mereka yang belum merasakan kebahagiaan itu, karena terhalang sikap kamu yang tidak mau memaafkan mereka. Bisa jadi mereka sudah bersalah kepada kamu. Bisa jadi mereka sudah minta ampun kepada Bapa di sorga. Tetapi bagaimana dengan kamu?

Mau kan supaya mereka juga benar-benar komplit memiliki rasa bahagia? Maafkan dan ampuni mereka. Katakan hal itu kepada mereka. Berdamailah dengan mereka. Maka, kamu juga akan merasakan bahagia itu.

Forgiveness is God’s greatest gift
(Dan Brown, The Da Vinci Code)
Doaku:
“Tuhan Yesus, betapa bahagianya aku karena Engkau menghapuskan dosa dan pelanggaranku. Aku ingin orang lain juga bahagia, dengan bersedia memaafkan mereka. Amin.”

Photo Credit: Flickr.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *