renungan-16-juni-2015-duh-maaf-ya

DUH,… MAAF, YA!

Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 2:22-47
Ayat Emas
Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu
(Mat. 18:35)

Ingat tidak, waktu kecil mungkin pernah marahan sama teman, terus sambil beradu jempol kita sepakat musuhan? Lalu saat mau baikkan, kita pergunakan jari kelingking kita untuk dikaitkan dengan kelingkingnya sebagai tanda berbaikan?

Si kembar Esau dan Yakub, sudah sejak lama bermusuhan karena masalah hak kesulungan. Pastilah mereka tidak berbicara dan bertemu satu sama lain. Tapi kali ini, Yakub harus berhadapan dengan Esau. Ia datang dengan ketakutan.

Tapi lihat, ada sesuatu yang amat menarik. Esau dengan spontan berlari mendapatkan dia, mendekap Yakub, memeluk lehernya dan menciuminya, lalu bertangis-tangisanlah mereka.

Hati Esau terbuka penuh terhadap saudaranya, walaupun Yakub masih ragu. Itulah sebabnya Yakub menyusun strategi, ketika hendak bertemu Esau. Lihat ayat 1-2. Tindakan spontan Esau mencairkan keadaan, memulihkan hubungan.

Siapa yang hari ini masih belum berdamai dengan anggota keluarga sendiri atau teman di sekolah atau di gereja? Sudah lama tidak bertegur sapa dan saling membuang muka setiap kali bertemu? Apakah karena alasan yang sangat prinsipil atau karena soal sepele saja? Stop! Jangan teruskan!

Ayo! Jangan gengsi untuk minta maaf lebih dulu! Katakan kepadanya, “Aku minta maaf, ya.” Katakan duluan, tidak penting siapa yang sebenarnya salah atau benar. You will feel relieved!

Jangan malu untuk meminta maaf. Jangan ragu untuk memberi maaf, karena maaf dapat mendekatkan dua hati yang pernah terpisah.
Doaku:
“Bapa di Sorga, aku mau segera mengampuni (sebutkan namanya) dan menemuinya dalam waktu dekat ini. berikan keberanian dalam hatiku untuk menyatakan kasih-Mu kepadanya. Amin.”

Photo Credit: Flickr.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *