renungan-03-juni-2015-belajar-dari-kesalahan

BELAJAR DARI KESALAHAN

Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 13:21-38
Ayat Emas
Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.
(Neh.9:17c)

Seorang anak kecil tanpa sengaja menyenggol sebuah gelas, yang diletakkan di pinggir meja hingga jatuh dan pecah. Ia kaget dan menjadi takut dimarahi oleh ibunya.

Sementara itu ibunya juga kaget. Ada sedikit rasa sesal, tapi ibunya tidak marah. Ia menasihati anaknya, “De, lain kali kalau jalan hati-hati. Jangan taruh gelas terlalu ke pinggir. Lihatkan akibatnya? Gelasnya tersenggol, jatuh dan pecah.”

Bersama umat Israel yang kembali dari pembuangan, yang membangun kembali tembok Yerusalem, Nehemia mengadakan perkumpulan ibadah. Mereka berpuasa, membaca kitab Taurat TUHAN, dan mengakui segala dosa yang dilakukan, termasuk atas dosa nenek moyang mereka. Mereka menyadari bahwa mereka sering menolak patuh kepada Tuhan dan melawan perintah-Nya.

Mereka bersyukur menyadari betapa Tuhan terus menunjukkan kasih sayang-Nya, mengampuni setiap kesalahan, dan tidak pernah meninggalkan mereka. Mereka bersyukur dapat pulang kembali dari pembuangan dan belajar dari sejarah masa lalu, serta memulai suatu kehidupan yang lebih baik.

Tuhan Allah penuh kasih, panjang sabar dan penuh dengan kasih setia. Ia mengampuni kita. Kamu perlu belajar dari kesalahan yang pernah dibuat untuk tidak mengulanginya dan mulai melakukan apa yang berkenan di hadapan Tuhan.

Orang yang tak pernah mencicipi pahit, tak akan tahu apa itu manis. (Confusius)
Doaku:
“Bapa di Sorga, bantu aku belajar dari kesalahan yang aku lakukan dan berjanji tidak mengulanginya. Tolonglah aku untuk menjadi lebih baik di hadapan-Mu. Amin.”

Photo Credit: Flickr.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *