renungan-02-mei-2015-gak-woles-lagi-deh

GAK WOLES LAGI DEH!

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 22:1-20
Ayat Emas
…tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.
(Ams. 10:21b)

Tahukah kamu jika dulu bangsa kita disebut bangsa yang bodoh, karena berdiam diri saja saat dijajah bangsa lain hingga ratusan tahun?

Tak ada perlawanan dan woles saja (baca: santai-santai saja atau terkesan cuek) ketika tanah air kita dikuasai dan dijarah oleh bangsa habis-habisan oleh bangsa lain. Baru setelah para pemuda-pemudi bangsa Indonesia mulai bersekolah, kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan pun mulai muncul.

Ki Hajar Dewantara yang lahir di Yogjakarta, pada 2 Mei 1889 merupakan tokoh aktivis pergerakkan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia mendirikan sekolah Taman Siswa, supaya setiap rakyat Indonesia yang miskin kala itu, bisa mendapatkan kesempatan bersekolah seperti orang Belanda dan kaum priyayi. Lewat pengetahuan akhirnya mata rakyat terbuka dan mulai bersatu memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.

Kerygmers, kamu bisa melihat bahwa ternyata pengetahuan itu sangat penting. Dengan pengetahuan seseorang bisa memiliki pengetahuan/wawasan yang baru. Ia yang dahulu bodoh bisa menjadi pintar dan tidak lagi ingin dibodohi orang lain. Seseorang yang mau bertekun dalam belajar pasti akan memiliki hikmat yang baru dalam hidupnya.

Memang saat ini penjajahan oleh bangsa asing di Indonesia sudah pergi, tapi penjajahan dan pembodohan baru terus berdatangan. Salah satunya saat kamu memiliki ketergantungan pada sesuatu, kamu akan terus terikat dan terbelenggu. Misal, kamu sangat tergantung dengan gadget, kamu berpikir tak dapat hidup jika kamu berpisah dengan BB/HP kesayanganmu. Kamu lebih memilih tak berpisah denganBB/HP kesayanganmu sedetikpun, mulai melupakan waktu bersama Tuhan, waktu bersama keluarga atau teman. Tanpa kamu sadari kamu jadi terus-menerus melakukan kebodohan-kebodohan. Milikilah hikmat dan pengetahuan supaya kamu bisa hidup bebas berkreasi, serta mengandalkan Tuhan dalam hidupmu.

Hikmat dan pengetahuan lebih berharga dari pada permata.
Doaku:
“Tuhan Yesus, gerakkanlah hatiku untuk selalu menyadari pentingnya hikmat dan pengetahuan. Arahkanlah hidupku hanya kepada-Mu amin.”

Photo Credit: Love is the key via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *