renungan-27-maret-2015-kekuatan-sebuah-pujian

KEKUATAN SEBUAH PUJIAN

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 4:1-30
Ayat Emas
Tuhanlah kekuatan dan perisaiku, kepadaNya hatiku percaya.
(Mzm. 28:7a)

Seorang ibu muda yang sudah berkali-kali kehilangan calon bayinya karena keguguran tidak berputus asa. Walau merasa kecewa dan sakit akibat kehilangan calon anak, tapi sang ibu masih dapat tersenyum.

Suatu kali ibu muda ini kembali hamil. Kehamilannya kali ini sangat dijaganya dengan baik. Ia harus berbaring terus di tempat tidur dan mengurangi gerak hingga bulan ke sembilan nanti.

Kerygmers, kalian tentu bisa membayangkan betapa tersiksanya dia karena sepanjang hari hanya berbaring di tempat tidur, punggungnya sampai lecet-lecet. Suatu kali pada bulan yang ke lima, dia merasakan kesakitan yang hebat di bagian perutnya. Sekuat tenaga ia menahan dan menghalau rasa sakit itu, tetapi sia-sia. Habis sudah tanaga dan akalnya untuk menahan rasa sakit itu. Tiba-tiba dia punya ide, untuk memuji Tuhan. Sepanjang hari dia bernyanyi memuji Tuhan. Semua puji-pujian yang dihafalnya dinyanyikannya bergantian.

Ajaib, rasa sakit yang luar biasa itu berangsur sembuh dan hilang sama sekali. Bahkan ibu muda ini bisa bangun dan berjalan ke sana ke mari sambil memuji nama Tuhan. Kandungannya juga menjadi kuat dan sehat.

Kerymers, jangan meremehkan sebuah pujian, karena sesungguhnya di dalam puji-pujian yang dinaikkan dengan bersungguh-sungguh kepada Tuhan, akan memberikan kekuatan baru bagi yang menyanyikannya. Teruslah memuji Tuhan sepanjang hidupmu, karena Dia layak untuk dimuliakan.

Dalam pujian ada kekuatan yang mampu membangkitkan semangat
Doaku:
“Tuhan Yesus, berikanlah aku kekuatan baru saat aku mulai merasa lesu dan lemah. Aku mau belajar memuji Tuhan dalam setiap langkah hidupku. Amin.”

Photo Credit: https://yunitaernis.files.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *