renungan-24-maret-2015-seperti-aroma-durian

SEPERTI AROMA DURIAN

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 2:1–24
Ayat Emas
Demikian pun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus tinggal tersembunyi.
(1 Tim. 5:25)

Siapa suka makan durian? Selain rasanya enak, baunya menusuk hidung. Aroma durian sangat khas, sehingga dari kejauhan pun orang dapat menciumnya. Makanya tak aneh, jika sulit sekali menyembunyikan durian yang masak, he he he…dari baunya sudah ketahuan di mana tempatnya sih.

Kerygmers, sama seperti durian, perbuatan jahat atau kesalahan seseorang yang disimpan rapat-rapat, pasti suatu saat akan ketahuan. Awalnya Rudi, tidak berniat mencuri. Tapi saat melakukan dan kemudian tidak ketahuan, hal itu yang membuatnya keterusan. Pencurian yang awalnya bernilai sedikit lama kelamaan makin besar.

Rudi pun makin terampil mencuri, makin terampil menyembunyikan niat jahatnya. Tapi sepandai-pandai dan secerdik-cerdiknya seseorang, suatu saat jatuh juga. Suatu saat karena kecerobohannya, akhirnya ia tertangkap juga dan mendapatkan imbalannya.

Seperti aroma buah durian….serapat-rapat apapun kita menyembunyikannya, akan tercium juga baunya. Demikian dengan perbuatan buruk ataupun baik. Walau kamu tidak memamerkan perbuatan baikmu kepada orang lain, tetapi perbuatan baik itu akan terpancar dari dalam hidupmu.

Melalui tingkah laku kita orang-orang akan tahu kalau kamu orang yang baik, atau bukan. Jika kamu baik, tak perlu repot mempromosikannya, maka Tuhan sendiri yang akan mempromosikanmu, pada orang-orang di sekitarmu. Jika kamu terus melakukan perintah-Nya, kamu pun akan semakin diberkati-Nya.

Sepandai pandainya orang menyimpan bangkai pasti akan tercium juga
Doaku:
“Tuhan Yesus, berikanlah aku kesabaran untuk terus berbuat baik, walaupun orang-orang belum mengakui perbuatan baikku. Tapi aku yakin Engkau tahu apa yang aku lakukan, amin.”

Photo Credit: http://07shared.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *