renungan-18-maret-2015-membawa-bekal

MEMBAWA BEKAL

Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 15:26–47
Ayat Emas
Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!
(Yes. 55:3)

“Shinta,… jangan lupa bawa makanan dan minuman yang banyak. Jangan lupa snack-nya dibawa. Mungkin saja tengah malam kamu merasa lapar,…” ucap Ibu mengingatkan.

“Ampuuuun deh, Bu….aku kan dah gedhe, malu bawa bekal segala,” ujar Shinta ngotot tidak mau membawa bekal, seperti yang disarankan ibunya.

Setibanya di kebun raya, tempat kegiatan retret berlangsung, Shinta dan kawan-kawannya segera sibuk mendirikan tenda, disambung kegiatan yang lainnya, hingga sore tiba.

Tak terasa perut Sinta mulai keroncongan…teman-temannya sudah mulai membuka bekalnya masing-masing. Sinta hanya bisa memandangi mereka dengan sedih… “Ah, kalau tadi bekal dari Ibu kubawa…. Mana di sini gak ada warung lagi?” ucapnya menyesal.

Kerygmers, sekecil apapun ‘bekalmu’ itu akan sangat berguna kelak. Apalagi jika bekalmu itu berasal dari Firman Allah. Maka segala kesulitan hidup, rasa cemas, galau akan teratasi karena kamu telah memiliki bekal yang cukup untuk mengatasinya, yakni bersama Tuhan Yesus.

Kalau kamu mengetahui bekalmu belum cukup, segera mulai hubungan pribadimu dengan Tuhan secara kontinyu. Jangan biarkan waktu, kesibukan atau sesuatupun yang menghalangimu untuk membaca dan merenungkan firman-Nya setiap hari. Siapkan bekalmu mulai sekarang dan kamu tidak akan menyesal kemudian.

Sebaiknya kita pupuk dan pelihara rasa haus dan lapar akan firman Tuhan, dan jangan pernah merasa kenyang apalagi bosan.
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih, hari ini mengingatkan aku untuk terus membawa firman-Mu, ke manapun aku pergi sebagai bekal dalam hidupku nanti. Amin.”

Photo Credit: https://shizuokagourmet.files.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *