renungan-15-februari-2015-wah-kok-tumpul

WAH, KOK TUMPUL?

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 27:51-66
Ayat Emas
Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
(Ef. 4:19)

Kerygmers, rasanya paling sebel kalau sedang asyik menulis atau mewarnai, eh ternyata pensil yang dipakai itu tiba-tiba tumpul. Saking tumpulnya, sampai-sampai ujung pensil itu tidak kelihatan. Ketika digores ke kertas yang terdengar malah bunyi kayu bergesekan sama kertas, “Sret sret sret…” yang membuat telinga jadi sakit. Lama-lama, jika dipakai terus, kayu dari pensil itu akan membuat kertas tersebut menjadi robek.

Bayangkan jika hati nurani kita seperti pensil yang tumpul itu. Sama seperti pensil yang tumpul, hati nurani yang tumpul tidak akan menghasilkan apa-apa. Yang dihasilkan hanyalah rupa-rupa kecemaran, hawa nafsu, sehingga akan merusak seluruh lembaran kehidupan kita sendiri.

Hati nurani yang tumpul itu seperti apa sih? Yaitu hati yang sudah tidak mau lagi mendengar dan menaati kebenaran firman Tuhan.

Oleh sebab itu, perasaan dan hati nurani kita tidak boleh tumpul. Caranya? Ya, kita harus rajin membaca firman Tuhan. Firman Tuhan itulah yang mengasah hati kita supaya tidak tumpul. Jika hati nurani kita terasah, ketika pencobaan dan godaan muncul, kita tidak menghasilkan kecemaran, melainkan kemenangan!
Kerygmers, siapkah untuk mengasah hatimu??

Dengan menenggelamkan diri dalam Firman Tuhan, kita menyelami pikiran Kristus dan belajar menjadi murid.
— R.C. Sproul
Doaku:
“Tuhan Yesus, asahlah hatiku supaya tidak tumpul. Jagai aku supaya tidak menghasilkan hal-hal yang berdosa di hadapan-Mu. Amin”

Photo Credit: http://cdn.desktopwallpapers4.me

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *