renungan-25-januari-2015-balas-dendam

BALAS DENDAM

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 16
Ayat Emas
Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.
(1 Ptr. 3:9)

Ada sekawanan lebah yang mengerubuti seekor ular. Sengatan demi sengatan menghujam kepala ular itu. Karena kesakitan, si ular marah bukan main. “Akan kubalas perbuatan kalian.” Jadi, ia pun merayap ke sebuah rel kereta api, berharap agar saat kereta datang, kawanan lebah itu akan dilindas kereta dan mati. Namun saat kereta api benar-benar datang, apa yang terjadi? Bukan cuma para lebah itu yang mati tergilas roda kereta, tapi si ular pun ikut tergilas juga.

Tahukah kamu itu pula yang akan terjadi pada kita, kalau kita suka membalas dendam kepada teman? Ya, kita akan sama-sama terluka. Sebagai contoh, ada teman yang tidak suka denganmu, lalu memukul kamu. Untung ada teman yang lain, yang melerai sehingga tidak terjadi perkelahian yang lebih parah. Namun sejak saat itu kamu selalu mencari kesempatan agar bisa balik memukulnya. Gara-gara terus memikirkan cara membalas dendam, kamu jadi tidak konsentrasi belajar, tidak bisa tidur dengan nyenyak, dan tidak bisa bermain dengan sukacita. Lihatlah, ujungnya kamu sendiri kan yang rugi?

Dipukul tanpa sebab itu memang tidak adil. Dibohongi itu tidak enak. Tapi yang paling buruk adalah hidup tanpa pengampunan.

Nafsu untuk membalas dendam akan merugikan kita, dibandingkan kebiasaan memaafkan dan melupakan.
Doaku:
“Tuhan Yesus, sulit rasanya memberi maaf kepada teman yang berbuat jahat. Tapi aku mau belajar melakukannya. Amin.”

Photo Credit: https://lh6.googleusercontent.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *