renungan-07-januari-2015-Tuhan-sabar

TUHAN SABAR

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 6:1–18
Ayat Emas
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
(2 Ptr. 3:9)

“Ma, apa Tuhan Yesus benar-benar akan datang lagi ke dunia ini?” tanya Luky. “Tentu Ia akan datang kembali,” jawab mamanya. “Rasanya saya sudah mendengar hal ini bertahun-tahun yang lalu, tapi kenapa sampai hari ini Tuhan belum juga datang?”

Sementara Luky bertanya, adiknya, Reva memintanya meniupkan balon untuknya. Luky meniupnya dan memberikan balon itu pada adiknya. “Masih kurang besar, tiup yang lebih besar lagi,” pinta sang adik. “Kalau ditiup lagi balon ini bisa meledak.” Adiknya tak mau tahu, ia menyuruh meniup lebih besar lagi. Akhirnya, duarrr….! Balonnya meledak. Reva melihat kakaknya, takut dimarahi.

“Tidak apa-apa,” kata mama. “Mama jadi ingat dengan pertanyaanmu tadi. Tuhan Yesus belum datang karena Dia masih memberi kesempatan kepada orang-orang untuk bertobat.”

“Tuhan itu panjang sabar ya,” jawab Luky.

“Benar, tapi kesabaran-Nya ada batasnya, seperti balon itu, bila dipaksakan terus, maka meledaklah ia. Tuhan Yesus pun demikian, suatu hari nanti batas sabarnya akan klimaks terhadap dosa manusia. Baru setelah itu Dia akan datang,” mama menjelaskan.

Mari jadikan kesabaran Tuhan Yesus sebagai kesempatan untuk bersaksi bahkan untuk hidup lebih baik lagi.

Jadikan kesabaran Tuhan untuk hidup lebih baik lagi.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku mau hidup semakin berkenan di mata-Mu. Sehingga kelak siap ketika Engkau datang. Amin.”

Photo Credit: powerfulprayerwarriors.blogspot.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *