renungan-14-desember-2014-seperti-suara-gong

SEPERTI SUARA GONG

Ayat Emas
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu…
(2 Kor. 9:8)

Untuk memperingati dan menyambut Natal, sekolah Natalia mengadakan lomba prakarya. Setiap anak harus membuat sendiri dan memberi alasan mengapa mereka membuat prakarya seperti itu.

Ayu membuat kapal terbang dari kertas, dengan alasan kalau sudah besar ia ingin menjadi penerbang. Eldea membuat perlengkapan dapur dari kertas yang dihias, dengan alasan kalau sudah besar ingin menjadi pengrajin peralatan dapur yang awet, tahan lama dan tahan banting. Wah,…ternyata ada juga yang berlagak seperti seorang perancang busana, membuat model-model baju. Marifa, si perancang itu.

Tapi dari semua karya itu, ada satu yang paling aneh, yaitu hasil karya Refi. Refi membuat piring besar dengan benjolan di tengahnya menyerupai sebuah gong. Ketika Pak Dulah sebagai juri bertanya apa alasannya, Refi menjawab, ”Bapak dan Ibu Guru semua, dengan melihat gong ini saya menjadi ingat bahwa kita harus mempunyai kasih. Sebab orang yang tidak mempunyai kasih seperti gong yang berkumandang alias bersuara nyaring saja. Saya pandai, cantik, kaya, tapi kalau saya tidak punya KASIH, tidak ada gunanya.”

Setiap anak-anak Tuhan selalu dilimpahi kasih karunia dari Tuhan Yesus dan senantiasa berkecukupan didalam segala hal, malah berkelebihan didalam pelbagai kebajikan. Itu adalah janji Tuhan sendiri kepada kita. Tetapi apakah arti semua itu jika kita tidak mau membagikannya kepada orang-orang di sekitar kita? Allah mau kita berbagi berkat tersebut.

Menjadi Anak Tuhan adalah sebuah keberuntungan. Membagi keberuntungan pada sesama, adalah tugas selanjutnya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, jadikanlah aku anak-anak-Mu, yang selalu memiliki kasih kepada semua orang. Ajar aku untuk berbagi kasih-Mu. Amin.”

Photo Credit: http://wikimedia.org

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *