renungan-30-november-2014-pengorbanan-cinta

PENGORBANAN CINTA

Ayat Emas
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya
(Yoh.10:11)

Claudia sudah lama mengidap penyakit leukimia. Sebagai sahabatnya, Ferri ingin sekali mewujudkan impian Claudia, sebelum ia menutup mata untuk selamanya. Claudia ingin memegang segenggam bunga Edelwais segar, bunga kesayangannya.

Melihat teman baiknya semakin lemah, Ferri segera melajukan mobilnya menuju Gunung Bromo untuk mencari bunya Edelwais yang masih segar. Alergi dingin dan debu yang biasanya membuat Ferri sesak nafas, tak dihiraukannya. Demi rasa kasih yang begitu besar pada sahabat baiknya.

Sepanjang perjalanan pulang, Ferri berusaha sekuat tenaga menahan sesak nafas, yang mulai menyerangnya akibat dingin dan debu di kaki Bromo. Tak kuat lagi dengan sesak nafas di dadanya, ia menepikan kendaraannya. Dengan tangan gemetar dia menulis sebuah surat, setelah selesai, akhirnya diapun tak sadarkan diri.

Menerima bunga dan surat dari Ferri, yang sudah meninggal dunia karena kekurangan oksigen, Claudia serasa mendapat kekuatan baru untuk bertahan hidup melawan penyakitnya.

Kerygmers, Ferri rela menghadapi udara dingin dan debu yang membahayakan kesehatannya demi orang yang sangat dikasihinya. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus lebih dari pada itu. Dia bahkan rela menyerahkan nyawa-Nya demi kita yang seharusnya menerima hukuman atas dosa-dosa kita. Oleh sebab itu jangan sia-siakan hidupmu, tetapi hargailah hidupmu dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, dan memberkati banyak orang. Engkau begitu berharga di mata Tuhan, sehingga Dia rela berkorban untukmu.

Cinta perlu pengorbanan
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengubahku menjadi sangat berharga di mata-Mu. Aku mau mengasihi-Mu dengan lebih sungguh. Amin.”

Photo Credit: http://www.hdwallpapersonly.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *