renungan-28-november-2014-waktu-Tuhan-vs-waktuku

Waktu Tuhan Vs Waktuku

Ayat Emas
…yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari
(2 Ptr. 3:8b)

Sudah tiga tahun Ruben menjadi pengangguran, hari-harinya diisi dengan membuat dan mengantar surat lamaran ke sana-kemari. Sudah banyak surat ia kirim, tapi tak satupun yang mendapat tanggapan.

Capek, lelah, bosan dan putus asa mulai menghampiri Ruben. “Ah, Tuhan, aku capek… sampai kapan nasibku seperti ini terus? Kenapa Engkau tidak menjawab doa-doaku…bukankah aku sudah setia beribadah?”

Kerygmers, Tuhan punya waktu sendiri untuk menjawab doa-doamu. Kalau sampai saat ini impian kamu belum tercapai, bersabarlah sebab Tuhan kapan waktu yang tepat untuk menjawab doa-doamu. Terkadang kita menjadi tidak sabar saat menunggu jawaban doa dari Tuhan. Maunya begitu minta langsung mendapatkannya.

Saat menunggu jawaban, ada proses yang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita. Juga ada bagian proses yang harus kita lakukan. Mungkin saja Tuhan masih menguji kesabaran kita. Mungkin Tuhan mau agar kita lebih banyak belajar lagi, agar semakin mantap dalam bekerja dan melayani.

Kerygmers, jangan putus asa menantikan jawaban Tuhan atas doa-doamu, karena Dia pasti akan menjawab doa-doamu. Masalah waktu serahkan pada Dia, yang mengerti kapan saat yang terbaik bagimu.

Tuhan punya waktu sendiri untuk menjawab doa-doamu
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajar aku untuk tetap sabar dan setia menanti jawaban-Mu atas doa-doaku. Jadikan aku orang yang sukses di kemudian hari, amin.”

Photo Credit: http://topyaps.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *