renungan-26-november-2014-janji-palsu

JANJI PALSU

Ayat Emas
Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini
(Mzm. 12:8)

William, seorang tentara, meninggal karena kehabisan darah dan kedinginan di medan perang. Saat itu dia bersama teman-teman dan pemimpinnya, berperang mengusir musuh dari daerah mereka. Banyak teman-teman William yang meninggal di medan perang.

Saat William terkena tembakan di dadanya, sang pemimpin berkata, ”Will, bertahanlah di sini. Aku akan ke luar mencari obat dan bantuan untuk membawamu ke luar.” Beberapa menit telah berlalu, sang pemimpin tak kunjung datang. Satu jam, dua jam, sampai malam akhirnya tiba, tapi sang pemimpin tidak muncul juga. Tubuh William semakin menggigil karena kehabisan darah, juga terkena dinginnya udara malam. Akhirnya ia menghembuskan nafas di tempat persembunyiannya,

Kerygmers, banyak orang yang suka tidak menepati janji, karena takut rugi atau menderita. Manusia sering kali mengobral janji-janji palsu, sehingga orang bijak menasihati, “Jangan pernah berjanji bila kamu tidak sanggup untuk menepatinya.”

Lain halnya dengan pemimpin kita yang agung, ketika Daud dan bangsa Israel diserang musuh, Tuhan berjanji akan menyelamatkan mereka. Dan benar, janji-Nya bukanlah janji palsu. Dia datang menyelamatkan bangsa Israel dari serangan musuh-musuhnya.

Sebagai anak-anak Tuhan, sudah sepatutnya jika kamu berjanji pada seseorang, maka kamu harus menepatinya, sepahit dan seberat apapun risiko dari janji tersebut. Mintalah Tuhan memberikanmu kekuatan untuk menepati janji-janjimu.

Janji manusia sering diingkari, tapi janji Tuhan selalu digenapi
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku mau belajar menepati janji-janjiku. Tolong mampukan aku, ya, Bapa. Amin.”

Photo Credit: https://c2.staticflickr.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *