renungan-21-november-2014-menipu-diri-sendiri

MENIPU DIRI SENDIRI

Ayat Emas
Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri
(Gal. 6:3)

Lani gadis remaja yang pemalu. Ayah Lani selalu mendapat tugas ke berbagai kota, sehingga ia dan keluarganya harus sering berpindah-pindah tempat tinggal. Situasi seperti ini membuat Lani tidak pernah mempunyai teman dan sahabat yang dekat.

Saat Lani lulus SMP, ia harus melanjutkan sekolah di luar kota. Di sana ia tinggal di sebuah asrama. Kegalauan hatinya mulai muncul. Ia bingung bagaimana harus bersikap pada teman-teman barunya, karena ia tidak biasa bergaul. Ia takut kalau-kalau orang-orang di asrama menganggapnya gadis yang aneh.

Hari pertama masuk sekolah, seperti biasa semua orang memperkenalkan dirinya. Saat giliran Lani tiba, “Nama saya Lani, saya bersekolah di sini dengan tujuan….mmm…mmmm…anu..anu…karena saya ingin punya banyak teman…” Lani mengucapkan kejujurannya sambil menundukan kepala, takut kalau semua orang menertawakannya. Tiba-tiba beberapa anak maju ke depan seraya mengulurkan tangan mereka, ”Aku mau menjadi temanmu…”

Kerygmers, terkadang banyak orang yang mengeluh tidak mempunyai teman dan sahabat, karena mereka tidak mau jujur jika mereka membutuhkan teman dan sahabat. Terkadang mereka menutup diri dari pergaulan, seakan-akan mereka tidak butuh teman atau sahabat, padahal sebenarnya mereka butuh. Mengapa tidak mau jujur? Mengapa harus menipu diri sendiri? Punya banyak teman itu baik, agar wawasan kita menjadi lebih luas. Apakah kamu sudah menjadi teman yang baik bagi orang lain?

Banyak sahabat banyak wawasan, jadilah sahabat yang baik bagi orang lain
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih buat pengorbanan-Mu yang membuatku menjadi sahabat-Mu. Aku mau belajar menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. Amin.”

Photo Credit: http://i.huffpost.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *