renungan-19-november-2014-ujian-hati

UJIAN HATI

Ayat Emas
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati;
(1 Kor.13:4a)

Gissel baru berumur 8 tahun, ia masih sering melakukan kesalahan. Setiap kali Gissel melakukan kesalahan, maka dengan cepat ia akan meminta maaf pada ibunya. Kasih seorang ibu mampu menghapus kesalahan anak-anaknya, setiap Gissel bersalah maka saat itu juga sang ibu langsung memaafkan serta memberikannya nasihat.

Kerygmers, seperti seorang anak kecil, kita juga sering melakukan kesalahan-kesalahan, dan ketika kita datang kepada Tuhan Yesus untuk memohon pengampunan, maka dengan kasih sayang-Nya kita beroleh pengampunan-Nya.

Hal seperti itu terjadi hampir setiap waktu. Namun yang menyedihkan hati Tuhan, terkadang anak-anak yang dikasihi-Nya, yang sudah diampuni-Nya, tidak mempraktikkan kasih Tuhan dalam hidupnya. Bahkan terhadap saudaranya sendiri terkadang mereka berlaku tidak adil.

Hari ini Tuhan berpesan agar kita lebih saling peduli satu sama lain. Lebih memperhatikan saudara-saudara kita yang mengalami kesusahan, tidak hanya berfokus pada kepentingan diri sendiri. Mungkin saja mereka pernah menyakiti hati kita, tapi Tuhan mau agar kita menjadi seorang pengampun seperti Dia. Pengampun yang tulus, bukan hanya di bibir saja tetapi juga dalam hati. Saat kamu menolong seseorang dengan tulus, maka di situlah terlihat ujian hatimu. Lulus uji atau tidak?

Hati yang telah lulus uji adalah hati yang mampu mengampuni
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku bila selama ini belum bisa mengasihi dengan sungguh-sungguh. Aku mau seperti Engkau, hidup dalam kasih-Mu. Amin.”

Photo Credit: http://montereybayholistic.files.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *