renungan-15-november-2014-minta-atau-maksa

MINTA ATAU MAKSA?

Ayat Emas
“Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
(Hak. 6:17)

“Tuhan, aku minta pacar…tolonglah, agar seseorang yang memakai baju warna pink, berambut panjang, yang masuk pertama kali ke ruangan ini, maka itulah yang akan jadi pacarku…,” doa Iwan dengan penuh harap.

Baru saja Iwan menyelesaikan doanya, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan itu, berambut panjang dan memakai baju warna pink. Hati Iwan jadi deg-degan, segera saja ia menghampiri seseorang yang memakai baju warna pink itu untuk berkenalan. “Boleh saya berkenalan..?” ucap Iwan sambil memberikan tangannya, siap untuk berkenalan.

“Tentu dong….!” ucap sebuah suara di depannya, sambil membalikan badannya. Nampak wajahnya tersenyum manis pada Iwan, dan….. Deg! Bukannya menjadi senang, Iwan malah terburu-buru lari dari dalam ruangan itu, ternyata seseorang yang berbaju pink itu adalah waria, bukan perempuan tulen seperti yang dia harapkan dalam doanya. Nah, lho….kaget gak?

Kerygmers, doa minta tanda seringkali dipakai sebagai jurus pamungkas, agar kita cepat tahu kehendak Tuhan, tanpa pernah berpikir sebenarnya tanda itu apa sih?
Gideon meminta tanda sebanyak tiga kali dari Tuhan, untuk meneguhkan panggilan dan firman-Nya.

Selain untuk peneguhan, tanda juga adalah karunia, dan itu adalah kedaulatan Tuhan. Mau kasih tanda atau tidak itu hak-Nya Tuhan dan kita tidak bisa memaksa. Nah, celakanya kita sering kali memaksa Tuhan dalam doa-doa kita. yuk, belajar tunduk pada kedaulatan Tuhan dalam hidup kita.

Siapapun boleh meminta tetapi jangan pernah memaksa
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampunilah aku bila selama ini sering memaksa-Mu, saat aku meminta sesuatu. Biarlah kehendak-Mu saja yang terjadi dalam hidupku, amin.”

Photo Credit: http://i2.wp.com/missionalthoughts.files.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *