renungan-29-oktober-2014-bintang-kecil

Bintang Kecil

Ayat Emas
“Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon,….”
(Mat.13:32)

Dulu sewaktu masih kecil, Simon seringkali minder, karena dia paling kecil di antara teman-temannya. Raut mukanya sering menunjukkan rasa tidak bahagia.

Suatu kali, ayahnya menasihatinya. “Simon, saat ini mungkin kamu yang terkecil di antara teman-temanmu. Kamu tidak perlu takut, minder ataupun putus asa. Jika kamu mau terus mengasah kemampuanmu, kamu akan menjadi sesuatu yang besar dan kuat, lebih dari apa yang dipikirkan teman-temanmu selama ini.”

Simon menuruti nasihat ayahnya. Ia mulai mengurangi rasa mindernya, mau berlatih dan belajar lebih keras dari pada teman-temannya. Ia menyukai kegiatan penelitian di laboratorium sekolahnya. Atas bimbingan seorang gurunya, ternyata ia mampu menjuarai Lomba Karya Ilmiah tingkat Remaja. Wah, Simon telah berhasil mengalahkan rasa mindernya. Sekarang ia telah menjadi seseorang yang lebih kuat.

Mungkin ada di antara kamu yang merasa minder terhadap sekitarmu. Ingatlah, kamu ibaratnya juga sebuah bintang kecil yang tengah bertumbuh. Meski kecil bintang juga memancarkan cahayanya. Rawatlah dan olahlah segala kemampuan yang ada dalam dirimu, agar cahayamu bisa bersinar semakin cemerlang dari waktu ke waktu. Jika kamu masih kurang percaya diri, lebih bertekunlah datang kepada-Nya, maka Ia akan memulihkan hati dan kehidupanmu, sehingga kamu diubahkan menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Bintang kecil yang redup tertutup mendung adalah sebenarnya bintang yang sangat besar yang sinarnya mampu menempuh jarak jutaan kilometer.
Doaku:
“Tuhan Yesus, sekalipun aku masih sangat muda, berikanlah aku kepercayaan diri bahwa aku bisa melakukan hal-hal besar bersama-Mu. Amin”

Photo Credit: masahiro miyasaka via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *