renungan-17-oktober-2014-ugly-duckling

UGLY DUCKLING

Ayat Emas
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
(1 Tim. 4:12)

Saat seekor induk bebek merasa bahwa semua telur-telurnya telah menetas, ia terkejut karena masih ada sebuah telur yang bentuknya lebih besar dan aneh, belum juga menetas.

Saat kemudian menetas, keluarlah seekor anak bebek dengan tubuhnya yang lebih besar dan bertampang jelek, jauh berbeda dengan anak-anak bebek yang lainnya. Dialah yang disebut Ugly Duckling.

Ugly Duckling dikucilkan oleh teman-temannya. Saat semua berenang di kolam, ia selalu dijauhi dan diolok-olok. Ia menjadi sedih dan menangis, dan memutuskan untuk pergi dari rumah. Sesampai di hutan ia sangat ketakutan mendengar suara senapan pemburu. Ia terus berlari menjauh, hingga tiba di sebuah peternakan. Di sana ia dipelihara oleh petani, tapi selalu diperlakukan kasar. Akhirnya ia pun memutuskan untuk lari lagi.

Musim terus berganti, sampai suatu saat Ugly Duckling menemukan sekelompok unggas mirip bebek, tapi lebih cantik berenang di kolam. Leher mereka lebih memanjang dan terlihat lebih anggun saat mengepakkan sayapnya. Ia pun datang mendekat. Mereka menyapanya, “Hei kamu, mengapa kamu tidak bergabung dengan kami?”

Ugly Duckling menjawab, “Aku tidak sama dengan kalian, jenisku berbeda, dan tampangku jelek.” Jawab mereka, “Kemarilah dan lihatlah dirimu di dalam air.” Akhirnya ia menuruti mereka dan melihat dirinya sama seperti mereka, angsa-angsa yang mengagumkan.

Kadang kamu merasa tidak mempunyai suatu keahlian spesial dalam hidupmu. Bercerminlah dan bertanyalah pada orang-orang yang dipenuhi kasih Tuhan Yesus, karena mereka akan memberikan masukan yang benar-benar membangun hidupmu.

Kadang kita tidak tahu kalau diri kita benar-benar luar biasa, sampai orang-orang yang dikehendaki Tuhan datang mengatakannya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku memang berbeda dengan orang lain. Tapi aku percaya, Engkau telah membuatku begitu istimewa. Aku mau menjadi berkat bagi sesamaku. Amin”

Photo Credit: Christopher Wenger via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *