renungan-08-oktober-2014-senjata-kasih

Senjata Kasih

Ayat Emas
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang.
(Rm. 12: 17)

Idi Amin, Presiden Uganda tahun 70-an, adalah seorang diktator yang sangat kejam. Diperkirakan sekitar 100.000-500.000 orang tewas saat masa pemerintahannya.

Sementara itu, Pendeta Festo Kivengere, pendeta terkemuka di Uganda saat itu, harus mengungsi ke negara tetangga karena nyawanya terancam setelah menentang kediktatoran Idi Amin.

Suatu saat, Pendeta Festo pernah diwawancarai seorang wartawan, “Apa yang Anda lakukan jika ada sebuah senjata di genggaman Anda dan President Idi Amin berdiri persis di depan Anda?” Sang pendeta itu menjawab, bahwa ia akan memberikan senjata itu kepada presiden dan berkata, “Kurasa ini senjata Anda, Pak Presiden. Satu-satunya senjataku adalah kasih.” Tak berhenti sampai di situ, kemudian ia menulis sebuah buku yang berjudul “I Love Idi Amin” untuk meneladankan pengampunan kepada orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya.

Mengampuni orang yang telah berbuat jahat pada kita bukanlah sesuatu hal yang mudah. Tetapi dengan terus belajar mengasihi dan mengampuni, maka akan membuat kehidupan kita semakin baik. Mengampuni akan menghilangkan rasa dendam kita dan meringankan beban hidup kita.

Senjata terdahsyat untuk mengubah kekacauan di dunia adalah kasih.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajar terus hatiku untuk mau mengampuni dan mengasihi orang-orang yang telah membenciku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku mampu melakukannya. Amin.”

Photo Credit: Thai Jasmine (Smile..smile…Smile..) via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *