renungan-07-oktober-2014-luka-hati

Luka Hati

Ayat Emas
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
(Ef. 4: 29)

Pada tahun 2012, Lynda Fredrick, menulis sebuah puisi di Facebook-nya:

Gadis kecil itu datang ke sekolah dengan pakaian yang sama seperti kemarin; kalian tidak pernah sekalipun bertanya “mengapa?” tapi malah mengolok-olok dia. Gadis kecil yang harus berjalan kaki, sementara yang lain naik bus ke sekolah; kalian tidak pernah sekalipun bertanya “mengapa?” tapi malah mengolok-olok dia. Gadis kecil yang penuh luka memar dan kotor; kalian tidak pernah sekalipun bertanya “mengapa?” tapi malah mengolok-olok dia. Gadis kecil yang selalu menangis dan meratap; kalian tidak pernah sekalipun bertanya “mengapa?” tapi malah mengolok dia.

Membaca postingan tersebut, teman-teman semasa remajanya dulu mulai meneteskan air mata. Mereka tak menyadari bahwa olok-olokan mereka, 25 tahun lalu, saat masih sekolah, telah menimbulkan luka dalam yang membekas lama. Mereka akhirnya sadar akan kesalahan yang telah mereka perbuat dan mengirim pesan permintaan maaf pada Lynda. Bahkan mereka juga mengumpulkan sejumlah uang untuk tiket dan akomodasi, supaya Lynda bisa datang di acara reuni, yang akan mereka adakan beberapa bulan berikutnya. Lynda mengatakan, ”Kristus telah mengampuniku, akupun juga mengampuni kalian.” Ia pun setuju untuk mengikuti reuni itu.

Kerygmers, perkataan yang sembrono, yang awalnya kita anggap sebagai sebuah lelucon, terkadang menjadi bumerang bagi orang lain. Tanpa sadar perkataan kita telah melukai mereka dan mendatangkan kesedihan yang mendalam. Ingatlah selalu untuk hanya mengeluarkan kata-kata yang membangun dari mulut kamu, sehingga ada jiwa yang diselamatkan dan menerima keselamatan dari Tuhan Yesus.

Pilih mana: perkataanmu mendatangkan kematian bagi jiwa seseorang atau mendatangkan berkat baginya?
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih, atas karunia kehidupan yang boleh aku terima. Tolong aku untuk senantiasa rendah hati dan memuliakan nama-Mu. Amin.”

Photo Credit: Long Thú via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *