renungan-04-oktober-2014-kruk-yang-hilang

Kruk Yang Hilang

Ayat Emas
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
(1Ptr. 3: 8)

Leo, seorang teman di sekolah, memiliki keterbatasan fisik, salah satu kakinya tidak dapat tumbuh sempurna, mengecil dan lebih pendek di atas lutut kaki normalnya. Ia memakai kruk untuk membantunya berjalan.

Suatu hari, Boy yang terkenal badung, mengerjainya. Kali ini keisengannya benar-benar kelewat batas. Ia menyembunyikan kruk Leo. Melihat kurk-nya hilang, Leo menjadi marah sekaligus sedih luar biasa. Ia merasa terpukul dengan keisengan temannya, atas keterbatasan fisiknya.

Bisakah kamu membayangkan perasaan seseorang yang tiba-tiba kehilangan kruk kesayangannya, yang selama ini telah setia menolongnya? Pasti sangat sedih. Bagaimana pula dengan seseorang yang dengan iseng menyembunyikan kruk tersebut? Tertawa puas karena berhasil mengerjai temannya atau meminta maaf dengan tulus dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi?

Tuhan Yesus menghendaki agar hidup kita bisa memberkati orang lain. Memberkati orang lain berarti belajar mengasihi dengan tulus dan mau peduli pada apa yang mereka alami. Mau peduli terhadap mereka sama artinya belajar merasakan penderitaan yang mereka alami. Jika kamu tertawa di atas penderitaan mereka, atau menjadikan kekurangan fisik mereka sebagai bahan tertawaan, sama artinya kamu menaburkan garam pada luka yang mereka alami. Yuk, belajar bijak!

Seseorang akan semakin jatuh terpuruk, oleh cemooh yang dilontarkan sahabat baiknya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini mendukakan hati temanku. Berkatilah mereka supaya bisa bersukacita dalam keterbatasan mereka. Tolong aku untuk lebih peduli terhadap mereka. Amin.”

Photo Credit: Domi Rolland  via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *