renungan-23-september-2014-tetap-bersyukur

Tetap Bersyukur

Ayat Emas
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
(Flp. 4:6)

Maria berasal dari keluarga yang sederhana. Jumlah saudaranya ada 5 orang, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, mereka harus berbagi.

Meski selalu berkekurangan, orang tua Maria mengutamakan pendidikan bagi anak-anak mereka. Orang tua Maria bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan mereka. Maria yang merupakan anak pertama dari enam bersaudara itu, juga membantu orang tuanya bekerja, sambil sekolah dia membawa kue-kue buatan ibunya untuk dijual di sekolah.

Awalnya memang Maria merasa malu, saat ke sekolah harus membawa kue-kue itu. Tapi nasihat ibunya menguatkan hatinya, “Jika kita melakukan sesuatu yang baik, kita tidak perlu takut atau malu karena Tuhan Yesus memberkati setiap ucapan syukur kita.” Sejak itu, Maria bersemangat membantu orang tuanya bekerja. Meski Maria sibuk bekerja, dia tidak melupakan kewajibannya belajar.

Saat Paulus dan Silas ditangkap, didera dan dipenjarakan di Roma, mereka tidak patah semangat untuk mengasihi Tuhan Yesus. Aneh sekali! Mereka malahan berdoa dan memuliakan nama Tuhan. Ucap syukur mereka ini mendatangkan mukjizat dari Tuhan…gempa bumi yang hebat membuat belenggu mereka terlepas!

Tetaplah bersyukur! Ucap syukur pada Tuhan Yesus ternyata mendatangkan kekuatan tersendiri dalam hidup kita. Melalui pengucapan syukur kita belajar percaya akan kuasa Tuhan yang luar biasa.

Jika tak mampu bersyukur, tersenyum adalah ucap syukur sederhana yang memberkati orang lain.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku mau terus belajar mengucap syukur dalam segala keadaanku. Mampukan aku, ya, Bapa untuk terus bersyukur atas kasih setia-Mu. Amin.”

Photo Credit: http://lifesmilehope.files.wordpress.com/2012/10/give-thanks-to-god.jpg

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *