renungan-13-september-2014-ikut-ikutan

IKUT-IKUTAN

Ayat Emas
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
(Rm. 12: 2)
Bacaan: Roma 12:1-5

Hai, gendhut….! sapa Riko pada ”Arin yang bertubuh besar. Arin hanya tersenyum, meski sebenarnya dia merasa sedih dengan julukan itu.

“Hai, pendek…!” sapa Riko lagi pada Irfan yang bertubuh pendek. Irfan sedih, setiap kali Riko memanggilnya demikian. Memang tubuh Irfan pendek, tapi ia merasa tak nyaman setiap kali Riko memanggil dirinya dengan olok-olokan demikian.

“Pagi juga, botak!” tak disangka, Irfan membalas sapaan Riko dengan olok-olokan pula. Teman-teman di dalam kelas yang mendengarkan itu menganggapnya lucu, dan segera saja mereka ikut-ikutan memanggil Riko dengan panggilan, “Si botak.” Wah, Riko jadi malu banget…selama sebulan lebih teman-temannya memanggil dia dengan sebutan itu. Ternyata gak enak juga menjadi bahan olok-olokan. Sejak saat itu Riko tak pernah menyapa teman-temannya dengan panggilan olok-olokan mereka.

Kerygmers, tanpa kita sadari mungkin kita pernah ikut-ikutan teman-teman kita melakukan hal yang sama, seperti di atas. Jika hatimu merasa tak nyaman dengan apa yang dilakukan teman-temanmu, sebaiknya kamu tidak ikut-ikutan dengan apa yang mereka lakukan. Terkadang mungkin kita sering dianggap aneh, karena tidak seperti mereka. Tapi percayalah, jika kamu tetap melakukan apa yang kamu anggap baik menurut hati nuranimu dan tidak meniru perbuatan temanmu yang kurang baik, maka kamu sebenarnya telah belajar melakukan apa yang dikehendaki Allah dalam hidupmu.

Menjadi diri sendiri memang tidak gampang, terkadang kita bahkan dianggap aneh, diasingkan. Tapi selama kita melakukan hal-hal yang benar dan baik, kita tidak akan sendiri karena Tuhan beserta kita.

Menjadi diri sendiri lebih berarti daripada meniru orang lain.
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih mengingatkanku untuk terus menjadi serupa dengan-Mu. Bimbing aku selalu, ya, Bapa. Amin.”

Photo Credit: yokohama hostel village via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *