renungan-27-agustus-2014-tawa-yang-menular

Tawa Yang Menular

Ayat Emas
Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
(Mzm. 68:4)

Raditya Dika adalah seorang komedian. Ia tenar setelah muncul dalam acara Stand Up Comedy. Itu lho…, orang yang bercerita sesuatu dengan lucunya sampai yang dengar ketawa histeris. Ia membagikan tawa melalui cerita-ceritanya. Di mana dia tampil, maka di situ orang akan tertawa terbahak-bahak. Bisa dipastikan, suasananya menyenangkan, santai dan jauh dari stres. Rasanya semua orang ingin dekat dengan Dika, dia lucu sih…

Beda dengan Pak Ucup, guru matematika yang super duper galak. Kehadirannya saja membuat jantung berdebar setingkat lebih keras. Bisa dipastikan, kelas akan hening dan wajah-wajah stres bermunculan di sana-sini. Apalagi jika ada yang tidak mengerjakan PR, waduh…, petir menggelegar dan suasana jadi bertambah muram. Siapa yang mau dekat-dekat Pak Ucup..?

Kehadiran seseorang itu memberikan atmosfer tersendiri. Di Youtube ada video tentang seorang bayi berumur setahun yang terbahak-bahak mendengar suara kertas disobek. Tawa bayi ini membuat yang mendengar jadi ikut tertawa.

Kita mempelajari tentang Gayus yang kehadirannya menjadi berkat bagi para jemaat. Nah, sekarang tanyakan pada dirimu sendiri. Apakah kehadiranmu menyebabkan suasana bertambah semarak atau malah menjadi tegang? Apakah kamu menjadi berkat untuk orang yang kamu temui atau malah menjadi perongrong yang merusak suasana? Hanya kamu sendiri yang tahu jawabannya.

Bawalah atmosfer yang menyenangkan melalui kehadiranmu
Doaku:
“Roh Kudus, jika engkau bersamaku, aku yakin aku akan menjadi berkat untuk teman-temanku dan orang yang aku temui. Amin.”

Photo Credit: gzone77 via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *