renungan-17-agustus-2014-merdeka-emosi

Merdeka Emosi

Ayat Emas
Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman,
(Est. 3:5)
Bacaan: Ester 3:1-6

Semuanya bermula dari kesombongan. Haman jengkel karena Mordekhai tidak menghormatinya seperti peraturan Raja. Tapi ia merasa hina kalau hanya membunuh Mordekhai saja. Ia hendak memusnahkan bangsa Yahudi sekalian. Haman dipenjara oleh kemarahannya yang berubah menjadi kebencian. Hasilnya, malah Haman sendiri dan keluarganya yang tertimpa hukuman.

Berbeda dengan Daud. Ia lari dari kejaran Saul dan harus hidup dari gua ke gua dengan sengsara dan kelaparan. Padahal ia tidak melakukan apapun. Saat ada kesempatan untuk membalas, apa yang dikatakan Daud pada Raja Saul ? “Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN. (1 Sam. 24:11)

Daud melepaskan haknya untuk membalas dendam dan melampiaskan amarahnya. Ia membebaskan dirinya dari penjara kemarahan, kebencian dan ingin membalas dendam. Ia menyerahkan pada Tuhan. Dan bagaimana ending-nya? Daud dimuliakan menjadi Raja menggantikan Saul.

Jika kamu marah pada sesuatu/seseorang dan kemarahanmu itu bertahan lama, membuat hidupmu tidak nyaman lagi, itu tandanya kamu sedang berada dalam penjara kebencian. Bebas merdeka adalah keinginan semua orang, termasuk bebas dari penjara kebencian. Datanglah pada Tuhan Yesus, mintalah Ia membebaskanmu.

Penjara emosi tidak terlihat tapi membuat hidup sengsara.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku memohon Tuhan membebaskan aku dari penjara emosi ini, tolong aku Tuhan. Aku ingin hidup sukacita. Amin.”

Photo Credit: Riccardo Brig Casarico via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *