renungan-16-agustus-2014-teratai-di-kolam-lumpur

Teratai Di Kolam Lumpur

Ayat Emas
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
(Ef. 5:16)

Sella tersenyum getir melihat teman-temannya yang sedang berada di kantin. Mereka berpasang-pasangan, duduk berdekatan dan kadang mengelus pundak pasangannya. Minggu lalu, Ella bercerita kalau Tommy sudah menciumnya. Ia juga mendengar cerita Cynthia yang ngobrol sembunyi-sembunyi hingga jauh malam dengan Kevin, pacarnya. Kok rasanya keren dan asyik sekali ya…

Bukannya tidak ada yang ingin menjadikan Sella pacarnya. Banyak malah! Sella selalu ceria, ramah dan pandai. Tapi ia sudah berjanji pada Tuhan untuk tidak akan pacaran hingga umur 17 tahun. Ia berusaha memegang janjinya dan itu tidak mudah. Ia berdoa memohon pacarnya nanti benar-benar orang yang bisa membuatnya bahagia dan menjaga diri mereka berdua tetap kudus di hadapan Tuhan.

Sella bagaikan bunga teratai di antara lumpur pergaulan anak remaja yang semakin berani karena provokasi film-film dan pornografi. Kamu tahu, bunga teratai hanya akan mekar indah jika ia berada di air yang mengandung lumpur yang banyak. Karena akarnya berada dalam lumpur untuk menunjang pertumbuhannya. Lumpur memang hitam dan menjijikkan, tapi di sanalah bunga teratai akan terlihat indah dan cemerlang. Bunga ini tidak akan bisa tumbuh di tempat yang bersih.

Anak Tuhan dituntut menjadi berbeda, memberi warna tersendiri tanpa menjadi aneh. Memang berat ya… Tapi lakukanlah itu sebagai pernyataan cintamu untuk Tuhan Yesus. Kamu pasti bisa!

Di tengah lumpur hitam, bunga teratai tumbuh indah.
Doaku:
“Tuhan Yesus, menjaga komitmen memang tidak mudah bagiku. Aku memohon kekuatan setiap hari untuk menjaga kekudusanku. Amin.”

Photo Credit: Krisna Setiawan via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *