renungan-15-agustus-2014-boleh-pacaran

Boleh Pacaran?

Ayat Emas
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
(Pkh. 3:1)

Banyak anak sekolah, khususnya yang sudah SMP tertimpa virus cinta. Mereka mulai merasakan jatuh cinta. Ini normal karena dorongan hormon pertumbuhan. Tapi juga banyak orang tua yang melarang mereka untuk berpacaran. Alasannya macam-macam. Inilah beberapa alasan itu.

Jika kamu dari SMP sudah pacaran, itu adalah hubungan yang gak serius, bukan? Pasti gampang putus sambung. Begitu marah, gak suka, langsung putus. Ntar cari pacar baru. Jika kamu melakukan hal itu, kamu secara tidak langsung menanamkan dalam dirimu bahwa suatu hubungan tidak penting. Padahal, hubungan adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini. Kalau kamu tumbuh seperti itu, nanti waktu membina rumah tangga akan gampang berpisah terus bercerai. Itu bukan bagian dari rencana Tuhan untuk anak-anak-Nya.

Anak remaja mengalami pertumbuhan hormon yang meledak-ledak dalam dirinya. Mereka senang mencoba hal-hal baru, termasuk dalam kontak fisik. Jika pacaran, mereka merasa berhak untuk berpegangan tangan. Dan jika itu sudah biasa dan tidak berasa lagi, mereka akan mencari sensasi yang lain hingga kebablasan. Banyak anak remaja yang putus sekolah karena hamil, salah pergaulan. Itu juga bukan bagian dari rencana Tuhan untuk anak-anak-Nya.

Jatuh cinta itu boleh. Ingin berdekatan dengan orang yang kita suka itu wajar. Tapi kendalikanlah dirimu. Bagaimanapun iblis tetap pantang menyerah menghancurkan anak Tuhan. Daripada menanggung risiko, tundalah dahulu keinginan berpacaran hingga kamu lebih tenang dan dewasa. OK…

Cinta sejati itu sabar. Mau menanti hingga waktunya tiba.
Doaku:
“Roh Kudus, diantara arus deras pergaulan di sekitarku, kuatkan aku untuk tetap teguh berpegang pada Firman-Mu. Amin.”

Photo Credit: ryanmcginnisphoto via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *