renungan-10-agustus-2014-lance-armstrong

Lance Armstrong

Ayat Emas
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.
(Mzm. 32:5)

Lance Armstrong adalah pembalap sepeda terkenal dari Amerika, yang menjuarai Tour de Franc sebanyak tujuh kali berturut-turut dari tahun 1999-2005. Hebatnya, itu dilakukan setelah ia sembuh dari penyakit kanker parah. Menurut dokter saat itu, ia hanya mempunyai harapan hidup sebesar 40 % tapi ia bisa pulih dan menjuarai event lomba balap sepeda paling bergengsi di dunia.

Tapi Lance Armstrong dicurigai memakai obat penambah daya atau doping yang dilarang. Selama sepuluh tahun Lance terus mengingkari menggunakan doping. Sampai akhirnya saat interview dengan Oprah Winfrey pada awal Januari tahun ini, ia mengakui menggunakan doping. Itupun setelah Badan Anti Doping Amerika membuktikan Armstrong menggunakan doping dan mencopot gelar-gelarnya. Ia juga dilarang mengikuti kompetisi balap sepeda apapun.

Mengakui kesalahan tidak pernah mudah. Bagi siapapun itu. Baik Raja Saul, Presiden Bill Clinton, Lance Armstrong hingga adik kecil yang diam-diam makan permen walau sudah dilarang. Refleks pertama kita memang berusaha menghindar dari kesalahan, bukan mengakuinya.

Orang yang menyembunyikan kesalahannya adalah seorang pecundang. Yang mengakui kesalahan dan siap menerima hukuman, itu baru seorang yang bertanggung jawab.

Mengakui kesalahan tidak pernah mudah. Tetapi menyembunyikan kesalahan hanya untuk seorang pecundang.
Doaku:
“Roh Kudus, tolong aku untuk mengakui kesalahanku, seburuk apapun itu. Tolong aku untuk bertanggung jawab dengan jiwa besar. Amin. “

Photo Credit: [img]http://collider.com/wp-content/uploads/lance-armstrong-1.jpg

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *