renungan-06-agustus-2014-cemburu-berat

Cemburu Berat

Ayat Emas
Maka makin takutlah Saul kepada Daud. Saul tetap menjadi musuh Daud seumur hidupnya.
(1 Sam. 18:29)

Saul tidak menghadapi rasa cemburunya pada Daud dengan bijak, padahal ia lebih tua dan dewasa. Bahkan anak Saul, Yonatan, adalah sahabat Daud. Ia mempergunakan kekuasaannya sebagai raja untuk membunuh Daud dengan menempatkan Daud pada tugas-tugas sulit yang taruhannya adalah nyawa Daud. Tapi Tuhan selalu menyertai dan melindungi.

Alkitab mencatat, sejak saat Saul cemburu pada Daud hingga matinya, ia terus membenci Daud dan terus mencoba membunuh Daud. Saul dikuasai oleh kemarahan luar biasa karena gagal membunuh Daud. Hari-harinya dilewati dengan memikirkan bagaimana caranya membunuh Daud. Tragis bukan.

Semuanya berawal dari rasa iri dan cemburu yang merupakan kemarahan karena tidak memiliki apa yang orang lain miliki. Tapi kemudian berkembang menjadi kemarahan luar biasa dan tak terkendali. Malah kehidupan Saul dikendalikan oleh kebencian dan kemarahannya terhadap Daud.

Bagi kita, mungkin kecemburuan itu berasal dari perhatian ayah yang lebih kepada adik, iri pada keberuntungan teman yang lahir di keluarga kaya sehingga bisa berlibur di luar negeri, atau iri pada kecerdasan dan kecantikan teman kita.

Cemburu itu sah-sah saja. Yang tidak boleh adalah meladeni rasa iri hati kita menjadi sebuah kemarahan ngawur yang tujuannya mencelakakan orang lain.

Kendalikanlah amarahmu sebelum ia mengendalikanmu.
Doaku:
“Roh Kudus, mari kuasai hatiku. Jika ada rasa iri hati dan cemburu, tolong aku untuk menghilangkannya. Aku hanya mau hidupku dikendalikan oleh-Mu. Amin.”

bernat… via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *