renungan-03-agustus-2014-cinta-seorang-ayah

Cinta Seorang Ayah

Ayat Emas
Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.
(Ams. 23:14)

Pada Tahun 2005, ada sebuah film India berjudul WAQT. Dikisahkan, ada keluarga kaya raya pemilik sebuah pabrik mainan. Keluarga ini hanya memiliki seorang putra tunggal. Orang tuanya sangat menyayanginya dan cenderung memanjakan, hingga si anak tumbuh menjadi seorang yang tidak bertanggung jawab, manja dan tidak mau bekerja keras. Suatu saat sang Ayah diketahui mengidap kanker paru-paru dan hanya punya sedikit waktu lagi.

Si anak yang barusan menikah diusir dari rumah dan dipaksa berdiri sendiri di luar sana. Sang Ayah yang penyayang berubah menjadi seorang yang kejam di mata si anak. Ia benar-benar keras dan tegas memarahi si anak. Dengan sakit hati si anak ke luar dari rumah dan memusuhi ayahnya. Sang ayah diam-diam terus mengikuti segala usaha anaknya. Si anak mati-matian bekerja keras. Dari seorang kaya menjadi pekerja kasar. Sang ayah diam-diam terus mengikuti segala usaha anaknya dengan air mata di wajahnya. Sebenarnya ia tidak tega melihat si anak seperti itu, tapi ia harus melakukannya. Akhirnya si anak mengerti tentang kerasnya hidup dan bertanggung jawab atas hidupnya. Saat akhirnya sang ayah meninggal, si anak mengetahui rencana ayahnya itu dan sangat berterima kasih.

Kadang sebuah kemarahan diperlukan untuk mendidik. Tapi anak-anak kadang tidak mengerti dan memberontak. Kalau kamu didisiplinkan oleh orang tuamu, tunduklah, jangan memberontak. Itu demi kebaikanmu.

Kadang kemarahan diperlukan untuk mendidik seseorang menjadi lebih baik lagi
Doaku:
“Tuhan Yesus, berikan aku hati yang tunduk pada orang tuaku. Jangan biarkan aku menjadi seorang anak pemberontak. Terima kasih Tuhan, Amin.”

DaDooDa via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *