renungan-02-agustus-2014-kemarahan-allah

Kemarahan Allah

Ayat Emas
dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
(2 Taw. 7:14)

Kita terbiasa mendengar bahwa kemarahan itu jelek, tidak berguna dan merusak. Nah, kalau begitu, kenapa Tuhan memberikan kita suatu emosi yang bernama kemarahan ?

Jangan lupa, kita manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah kan? Nah, Allah juga mempunyai amarah. Jadi di dalam diri kitapun ada suatu emosi yang bernama amarah.

Karena Allah itu kudus, Ia akan marah jika umat-Nya melakukan hal-hal yang tidak kudus. Pokoknya hal-hal yang nggak sesuai seperti yang diperintahkan-Nya.

Untuk meluruskan kembali umat-Nya, maka Allah akan mengamuk, marah-marah, mendatangkan malapetaka dahsyat hingga umat-Nya sadar dan berbalik kembali kepada-Nya. Ini adalah kemarahan yang membawa kebaikan. Kata lainnya marah Baik. Marah yang bertujuan membawa kebaikan.

Sebenarnya Tuhan menempatkan rasa marah dalam diri kita untuk memotivasi kita mengambil tindakan positif saat kita menjumpai ketidakadilan. Contoh, saat kamu melihat seorang anak kelas 4 mengambil paksa sepeda seorang anak TK, kamu pasti marah. Kenapa? Itu tidak adil kan? Kamu pasti akan jadi pembela bagi yang teraniaya, yang lemah. Itulah tujuan amarah yang dari Tuhan.

Amarah dirancang Allah untuk memotivasi kita mengambil tindakan positif saat menjumpai ketidakadilan. ~ Gary Chapman
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajari aku untuk membela mereka yang diperlakukan tidak adil dan menjadi teman bagi mereka yang tersisihkan. Amin.”

Norby via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *