renungan-27-juli-2014-susahnya-bercocok-tanam

Susahnya Bercocok Tanam

Ayat Emas
Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
(Luk. 8:11)
Bacaan: Lukas 8:9-15

Siapa pekerja yang paling sabar? Jawabnya adalah petani. Mengapa demikian? Karena petani berlatih kesabaran sejak awal, untuk menghasilkan buah yang terbaik dari tanaman yang ditanamnya.

Seorang petani, harus memiliki kesabaran untuk mengerjakan lahan, tempat ia akan menabur benihnya. Ia harus menggemburkan tanah tersebut, mencangkul, membajak, membalik tanah itu dan kemudian mengairinya serta memberikan pupuk. Jika tanah atau lahan sudah siap, kemudian petani mulai menyebarkan benih tanamannya. Saat inilah petani harus makin rajin untuk memelihara tanamannya, menyiangi dari tanaman pengganggu ataupun dari hewan penggangu tanamannya.

Dari semua benih yang ditanam, belum tentu semuanya akan menghasilkan buah seperti yang diharapkan petani. Benih yang jatuh pada tanah yang subur pasti akan menghasilkan buahnya. Tapi terkadang ada pula benih yang jatuh di tanah berbatuan, di antara semak belukar ataupun di tanah berpasir.

Kerygmers, seperti itu pula benih Firman Tuhan yang selalu kita dengarkan dan perhatikan. Tuhan memberikan setiap Firman kepada setiap orang, sama dan tidak ada perbedaan. Namun, bagaimana Firman itu dapat bertumbuh dalam hati kita, tergantung bagaimana keadaan hati kita. Apakah kita bisa menerima benih Firman itu dan kemudian melakukannya. Ataukah hati kita cukup tandus, berbatu, berpasir dengan segala permasalahan yang tak terpecahkan, sehingga benih Firman tersebut tidak dapat bertumbuh maksimal, bahkan kemungkinan akan mati. Yuk, lihat baik-baik hatimu dan mohon pertolongan-Nya, agar benih firman-Nya dapat tumbuh di hatimu.

Benih yang bertumbuh tergantung di tanah seperti apakah benih tersebut ditaburkan.
Doaku:
“Tuhan Yesus, tolong ubahkan hatiku menjadi tanah yang subur dan siap ditaburi benih Firman-Mu. Terimakasih Tuhan Yesus. Amin.”

[img]http://media.npr.org/assets/img/2013/09/24/chicago-rooftop-farm_wide-7cbe7ae709a8afc2f75650d26929ff43f82d1c3e-s6-c30.jpg

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *