renungan-24-juli-2014-anak-yang-manis

Anak Yang Manis

Ayat Emas
Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
(Luk. 2:52)

Sony anak yang sangat baik, mama dan papanya sangat mengasihi dia. Di sekolahpun ia menjadi kesayangan gurunya.

Sony rajin belajar dan mengerjakan PR, ia juga tidak pernah melawan orang tua atau gurunya. Dia banyak disukai teman-temannya karena suka membantu mereka.

Meski demikian, ada seorang teman yang tidak menyukai Sony, yaitu Gino. Gino sering menjahili Sony dan menyembunyikan barang-barang miliknya. Tapi Sony tidak membalas. Dia tetap baik kepada Gino.

Lama kelamaan Gino semakin kesal terhadap Sony. Suatu hari ia bertanya pada Sony mengapa ia tidak pernah membalas menjahilinya. “Karena aku mengasihimu,” ucap Sony dengan tenang. Tapi Gino malah menjadi penasaran dibuatnya. Kembali ia kembali bertanya, “Mengapa kamu mengasihi aku, bukankah aku sering menjahilimu?” Gino berharap Sony terpancing untuk membalas sikapnya, tapi dia makin terkejut mendengar jawaban Sony. “Gino, karena Tuhan Yesus sangat mengasihi aku, makanya aku juga mau mengasihi kamu.”

Gino merasa sangat kaget dan seperti diingatkan kembali. Selama ini ia juga sering ke gereja, tapi ia sering bandel dan tidak memperhatikan firman Tuhan. Melalui Sony ia mendapat pelajaran baru, bahwa ia juga harus mengasihi yang lainnya. Ia ingin menjadi anak yang manis juga, seperti teladan Tuhan Yesus.

Menjadi baik perlu belajar terus menerus.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku mau menjadi anak-anak kesayangan-Mu. Tolong aku untuk belajar berubah menjadi lebih baik. Amin.”

HAMED MASOUMI via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *