renungan-27-juni-2014-saya-siap-pergi

Saya Siap Pergi

Ayat Emas
“Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.”
(Mzm. 7:10)

Pada abad pertengahan, ada seorang tuan tanah yang terbaring hendak meninggal dunia. Ia kemudian memanggil pembantunya yang terkenal taat beribadah, ia bertanya, ”Yun, aku hampir mati. Aku tidak yakin bisa masuk surga. Dapatkah kamu menceritakan padaku apa yang harus aku lakukan agar aku masuk surga?”

Sang pembantu sangat mengenal sifat sombong tuannya, maka ia berkata, ”Tuan, jika engkau ingin diselamatkan, baiklah tuan masuk ke kandang babi, berlututlah di atas lumpur dan katakanlah kepada Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Tuan tanah itu mulai berpikir, “Tidak mungkin aku melakukan itu… apa kata tetangga nanti?”

Seminggu kemudian ia sekali lagi memanggil pembantunya dan berkata, “Yun, katakanlah bagaimana aku dapat masuk surga?” Tetapi jawab pembantunya, “Sama seperti yang aku katakan minggu lalu.” Dengan putusasa akhirnya tuan tanah itu menjawab, “Yun, aku akan pergi.” Pembantu itu berkata, “Tuan, tuan, tidak usah ke sana, cukup katakan engkau bersedia ke sana….”

Kerygmers, Tuhan sering menguji kita, dengan pertanyaan, seberapa besar rasa cinta kita kepada-Nya. Terkadang kita tidak mau mengikuti perintah-Nya hanya karena takut dicemooh orang lain.

Kerygmers, marilah mulai menanggalkan kesombongan, ketakutan dan kekhawatiran akan apa kata orang, tapi marilah belajar mengikuti kehendak Tuhan. Belajarlah mengatakan, “Saya bersedia pergi Tuhan. Utuslah aku ke manapun, kepada siapapun…yang Engkau kehendaki!”

Manusia terkadang lebih taat pada apa kata orang bukan apa kata Tuhan
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampunilah aku bila selama ini aku takut melakukan perintah-Mu. Berilah aku kemampuan untuk selalu taat pada tuntunan-Mu. Amin.”

Mister_Quentin via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *