renungan-24-juni-2014-hamba-lupa-tuannya

Hamba Lupa Tuannya

Ayat Emas
“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya”
(Yoh. 1:11)

Menurut cerita rakyat Indonesia, dahulu ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Kurawa. Kerajaan ini dipimpin seorang raja yang baik hati dan bijaksana, bernama Lespati. Sang raja disenangi oleh semua hambanya juga seluruh rakyat, karena kearifannya dalam memimpin.
Lespati juga mengajarkan agar semua rakyatnya hidup damai berdampingan dengan masyarakat dari kerjaan tetangga, yaitu Manguntur dan Banyu Biru.

Suatu hari, seorang penyusup masuk dalam Istana dan menculik Raja Lespati. Dia disekap di sebuah gua di dalam hutan selama beberapa bulan. Sementara Lespati tidak ada, Kurawa dipimpin adik kembarnya, yang bernama Biaksa. Berbeda dengan Lespati, Biaksa sangat temperamen, dia serakah. Biaksa mengajak seluruh rakyatnya untuk menyerang tetangganya yakni Manguntur, untuk memperluas daerah kekuasaannya.

Di tengah gejolah yang terjadi, Lespati berhasil meloloskan diri dan kembali ke Kurawa. Namun sayang, para hambanya tidak mengenalinya sebagai Lespati, tapi mereka menyangkanya sebagai Biaksa. Lespati sangat sedih, para hamba kesangannya serta ajudannya sekalipun bahkan tidak mengenalinya.

Kerygmers, tak jarang Tuhan Yesus juga bersedih hati. Saat Dia datang untuk menolong kita, malahan kita tidak mengenali Dia, bahkan selalu menolak pertolongan-Nya. Sepertinya, kita harus lebih mengenal Tuhan pencipta kita, agar kita bisa lebih dekat dan bisa mengetahui dengan jelas suara-Nya. Jika kemudian iblis datang menyamar sebagai Tuhan, kita tidak mudah terkecohkan olehnya.

Kita sering lupa kepada Sang pencipta, tapi Dia tidak pernah melupakan kita
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu datang kepada-Mu, agar aku lebih mengenal Engkau lebih dalam lagi. Amin”

Morphicx via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *