renungan-07-juni-2014-pemimpin-yang-rendah-hati

Pemimpin Yang Rendah Hati

Ayat Emas
“Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.”
(Kel. 18:24)

“Sep, caramu menghadapi anak-anak tadi salah, tidak seharusnya kamu berbicara keras kepada mereka semua.” Suatu hari Rinto menasihati sahabatnya, Septian, yang sudah menjadi ketua kaum muda selama 2 tahun di gereja mereka.

“Lho… yang jadi ketua aku atau kamu sih… aku dah lama kenal dengan mereka…aku tahu persis apa yang harus aku lakukan terhadap mereka,” timpal Septian.

Kerygmers, tidak jarang orang yang sudah menjadi pemimpin menjadi sok pintar, sok bisa, sok kuat dan sebagainya. Mereka merasa sudah jadi pemimpin dan tidak perlu mendengar nasihat atau masukan dari orang lain.

Seorang pemimpin atau calon pemimpin besar, harusnya belajar pada Musa. Saat mertuanya yaitu Yitro memberikan nasihat bagaimana cara menghadapi orang Israel yang banyak itu, agar Musa tidak kelelahan sendiri, Musa taat, Musa mendengarkan bahkan melakukan apa yang dikatakan oleh mertuanya.

Kerygmers, Musa tidak pernah merasa tinggi hati saat menjadi pemimpin, dia selalu mendengarkan masukan dan nasihat orang lain. Itulah yang menyebabkan dia menjadi pemimpin yang besar dan berhasil. Jika kamu mau berhasil, maka jangan lupa belajarlah tunduk dan taat seperti Musa, belajarlah rendah hati seperti Musa. Maka Tuhan akan memakaimu sama seperti Tuhan memakai Musa. Taatlah selalu pada perintah-Nya.

Tidak ada pekerjaan yang lebih indah selain taat pada segala perintah Tuhan
Doaku:
“Tuhan Yesus, beri aku kekuatan untuk mengakui kesalahanku selama ini. Ajari aku menjadi orang yang lemah lembut, rendah hati dan taat pada-Mu. Amin.”

hack87 via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *