ternyata-aku-yang-salah-renungan-22-mei-2014

Ternyata Aku Yang Salah

Ayat Emas
Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”
(Mat. 7:3)
Bacaan: Matius 7:1-5

ternyata-aku-yang-salah-renungan-22-mei-2014

Mana yang lebih mudah: melihat kesalahan orang lain atau mengakui kesalahan diri sendiri? Pasti lebih mudah melihat kesalahan orang lain dong!

Kamu pasti sangat bersemangat ketika membicarakan tentang kesalahan atau kelemahan seseorang. Sepertinya ada kekuatan ekstra atau kesenangan tiada tara, saat mulai megupas satu persatu kesalahan seseorang. Kamu merasa bahwa kamulah satu-satunya orang yang benar, yang tidak pernah melakukan kesalahan.

Firman Tuhan berkata, “Selumbar di mata sesamamu nampak, tapi balok di dalam matamu tidak engkau lihat.“ Ada juga pepatah “Semut di puncak gunung dapat kita lihat, tapi gajah di pelupuk mata tidak dapat kita lihat.” Menjadi orang yang fasih melihat kesalahan orang lain itu biasa. Tapi menyadari kesalahan dan kekurangan diri sendiri itu baru luar biasa!

Kerygmers, jadilah seseorang yang luar biasa. Orang-orang yang mau mengakui kekurangan diri sendiri dan mau berubah menjadi lebih baik. Memang rasanya tak enak (bahkan sering menjadi sakit hati) saat ada seseorang menunjukkan kesalahan dan kekurangan kita. Tapi kalau kita mau menjadi seseorang yang luar biasa, kita harus mau menerima masukan dan teguran dari orang lain. Orang yang mau menerima kritikan dengan hati yang terbuka, akan menjadi seseorang yang siap untuk maju.

Barang siapa yang rela di tegur saat melakukan kesalahan maka dialah calon seorang pemimpin.
Doaku:
“Tuhan Yesus, terimakasih buat orang-orang yang telah Engkau pakai untuk menegur, mengingatkan kesalahanku, serta membuatku menjadi kuat. Aku mau menjadi lebih baik lagi bersama-Mu. Amin”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *