pembawa-kabar-baik-renungan-24-april-2014

Pembawa Kabar Baik

Ayat Emas
“Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!” ”
(Yes. 52:7)

pembawa-kabar-baik-renungan-24-april-2014

Yuni baru mendapat kabar buruk bahwa kakaknya mengalami kecelakaan motor, sepulang dari sekolah. Yuni merasa sangat sedih dan terpukul. Apalagi kabarnya, kakaknya harus masuk ruang UGD dan dirawat secara intensif.

Yuni menyadari bahwa kabar buruk senantiasa tidak menyenangkan dan membawa rasa sedih. Dalam hati dia tidak ingin mendengar kabar buruk lagi, karena baginya kabar buruk hanya membawa tekanan dalam hati.

Yuni jadi teringat saat di Sekolah Minggu dulu, gurunya pernah mengatakan bahwa mereka adalah pembawa kabar baik dari Tuhan Yesus bagi orang banyak.

Yuni yang telah merasakan tidak enaknya menerima kabar buruk, akhirnya memutuskan untuk menjadi pembawa kabar baik bagi teman-temannya, agar mereka bersukacita. Dia mulai mengajak beberapa teman sekelasnya ke gereja. Ada yang menolak, ada yang menerima. Bagi Yuni tidak masalah, yang penting dia sudah berusaha memberitakan kabar baik, tentang Tuhan Yesus yang adalah Tuhan dan Juru selamat manusia.

Saat ada temanyang sakit, Yuni mengunjungi mereka dan berani mendoakan mereka. Saat ada temannya yang mengalami masalah, dia tak segan-segan mendoakan bahkan membantu sebisa kemampuannya. Kamu sudah menjadi pembawa kabar baik dari Allah pada teman-temanmu?

Kabar baik akan memulihkan hati yang terluka dengan kasih-Nya
Doaku:
“Tuhan Yesus, berkatilah aku, bibirku, hidupku, tingkah lakuku, agar dapat menjadi pembawa berita baik dari-Mu. Amin”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *